Notice: Trying to get property of non-object in /home/saluransebelas/public_html/wp-content/themes/15zine/library/core.php on line 3743

Sore itu pendhapa Mangkunegaran tampak ramai dengan kehadiran gadis-gadis cilik kelas 3-4 SD. Mereka sibuk mempersiapkan diri untuk latihan menari tari Jawa klasik. Beberapa dari mereka yang belum bisa memakai selendang nampak dibantu ibu masing-masing.

Pelatih memberikan aba-aba untuk bersiap, pertanda gadis-gadis cilik akan segera memulai latihan. Mereka nampak antusias dan bersema ngat, terlihat dari kekompakan menghafal setiap gerakan yang diberikan sang pelatih.

Saat tiba waktu untuk beristirahat, beragam kagiatan dilakukan untuk mengisinya. Ada yang menggunakannya untuk sekedar mengobrol dengan sesama teman, jajan, dan tampak pula seorang gadis yang lebih memilih untuk membaca buku.

Matahari mulai terbenam saat latihan tari usai. Gadis-gadis cilik itu menghampiri keluarga yang sudah menunggu untuk pulang.

Sebagai salah satu pusat kebudayaan dan ke-senian, Pura Mangkunegaran merasa memiliki tanggung jawab dalam usaha pelestarian budaya. Salah satu usaha pelestarian itu adalah adanya sanggar tari yang bernama bernama “Soerjo Soemirat”.

Kesenian tari biasanya sudah dikenalkan sejak masih anak-anak, supaya nilai budaya dan kearifan lokal mendarah daging di dalam diri anak-anak. Sebab usia dini adalah masa yang paling ideal dalam menerima pendidikan mengenai budaya.[]

Foto-foto oleh : Tim Foto LPM Kentingan UNS
Teks oleh : Rizan Setyo N