> Kentingan > Women On: Saat Perempuan Bergulat Dalam Pencarian Keseimbangan

Women On: Saat Perempuan Bergulat Dalam Pencarian Keseimbangan

Teater Arena Taman Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jumat (16/11/2012) malam, tampak dipenuhi puluhan pengunjung. Kedatangan mereka tak lain karena ingin menyaksikan pertunjukan tari kontemporer bertajuk Women On.

Dimulai pukul 19.30 WIB, empat orang penari, Agustin, Ika, Putri dan Yustiana tampak luwes menarikan gerakan demi gerakan tari yang bercerita tentang usaha perempuan membagi cinta. Cinta kepada keluarga dan kecintaannya terhadap profesi, merupakan sebuah proses memenuhi kesadaran diri untuk menjalani kehidupan sebagai perempuan dengan kodratnya, serta sebagai perempuan pekerja seni yang bertanggung jawab.

Perpaduan gerakan keempat penari dengan ekspresi dan gestur yang padu, pencahayaan panggung dan musik pengiring yang pas memberikan warna yang sesuai dengan kehidupan perempuan. Kostum yang dikenakan pun pada mulanya sederhana, berupa kemeja abu-abu yang memcerminkan kehidupan seorang perempuan dalam kesehariannya yang masih bebas, belum menikah. Namun, di tengah-tengah pertunjukkan  keempat penari dengan enerjik berganti kostum dengan dress berwarna oranye. Bersamaan dengan itu, gerakkan tari terbatas hanya dalam suatu kotak kecil yang diumpamakan sebagai ruang gerak sebagai seorang wanita rumah tangga . Gerakan ini merupakkan gambaran perempuan yang tidak memiliki kebebasan untuk berekspresi.

Saat tarian berakhir, lampu hijau cerah dinyalakan, pertanda perempuan yang terkekang tadi telah menemukan jati dirinya. Ia sudah sadar bahwa sebagai perempuan yang hidup berkeluarga tetapi masih ingin berkarir,  bisa dilakukan dengan menyeimbangkan antara cinta keluarga serta cinta terhadap profesinya.

Sang kareografer, Dwi Windarti, mengatakan inspirasi tarian ini diangkat dari problematika yang biasa dialami perempuan dalam kehidupan sehari-hari. “Inspirasi tarian ini merupakan pengalaman diri saya sendiri dan orang-orang yang ada disekitar saya,” tutur koreografer tamatan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2008 tersebut.

Menurutnya, pertunjukkan yang dipersiapkan selama tiga bulan itu baru pertama kali dipentaskan pada Jumat malam dan akan dipentaskan kembali Sabtu (17/11/2012) malam. [] (Suryani Jati)

Baca Juga

Benang Kusut Hadiah OSM (Bagian I)

  (Oleh: Ririn Setyowati)   Iming-iming hadiah berupa Potongan UKT bagi para pemenang tak kunjung …

Satu komentar

  1. terimakasih..:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.