Ilustrasi: Marsa Al Hanan Syifa'i/LPM Kentingan

Vaporwave: Antara Nostalgia dan Kritik Sosial

Vaporwave pertama kali dipopulerkan oleh Vektroid atau Macintosh plus lewat albumnya Floral Shoppe pada tahun 2010. Sejak saat itu, vaporwave terus berkembang menjadi genre musik yang populer di internet. Lagu-lagu vaporwave menampilkan sampel musik dari tahun 80-an dan 90-an, dengan genre seperti new age, smooth jazz,  muzak, power ballad, dan beberapa lagu dalam kategori ‘easy listening’ (Chris de Burgh, Kenny G, Mr. Mister, Sade, Toto etc.). Perlakuan audio seperti penggemaan (reverb), perulangan, dan pergeseran nada ke bawah cukup sering digunakan dalam vaporwave. Album vaporwave biasanya dihiasi dengan gaya aesthethic, terdapat gambar dan desain tampilan komputer jadul tahun 1980-1990an yang dilengkapi warna-warna pastel, serta ornamen kasual dari gaya futuristik ala Jepang. Adapun obyek yang lebih nyata seperti pohon palm, patung Romawi, botol minum Fiji, pemandangan malam kota, pegunungan atau pantai saat senja. Selain itu, terdapat juga objek berupa mobil sports tahun 80an, seperti Delorean DMC-12 atau Lamborghini Countach.  Terdapat juga elemen arsitektur seperti ruang kerja perusahaan, ruang lobby, atau interior mall (Nowak dan Whelan, 2018).

Vaporwave berkembang menjadi sebuah gerakan kritik dan satire terhadap gaya hidup konsumerisme dan kapitalisme. Vaporwave menjadi sarana bagaimana kapitalisme menjadi lebih dikenal masyarakat melalui produk-produknya. Sebab, tak jarang para seniman vaporwave menggunakan sampel audio dari iklan, pariwara, atau musik elevator dari produsen-produsen terkenal pada masa lalu, seperti Pepsi atau botol minum Fiji. Karya seni vaporwave seolah-olah mengignatkan kita akan budaya dari siklus ‘membeli’ dan ‘membuang’ yang tidak dipikirkan sebelumnya, ini merupakan salah satu produk budaya kapitalis serta konsumerisme. Latar seperti interior mall yang kosong atau ruang lobby, juga merupakan salah satu ilustrasi dari gaya hidup modern dan hedonisme yang penuh akan ajakan untuk berbelanja, serta bermewah-mewahan.

Sementara itu, ilustrasi lain seperti pohon palem, latar pegungungan atau landscape yang dihiasi warna neon dan bentuk geometris dengan perspektif beserta patung-patung Yunani, menggambarkan sebuah mansion mewah di pinggir pantai atau di puncak gunung. Kritik akan gaya hidup hedonisme dan konsumerisme, sebagai produk budaya kapitalisme menjadi jelas tergambar dalam perpaduan karya musik vaporwave dan seni visual. Lingkungan hidup ini, dalam kalangan konsumer terbentuk oleh ajakan berbelanja, berwisata atau memanfaatkan waktu luang (leisure) untuk berbagai macam kenikmatan jasmani (Idi Subandi Ibrahim, 2011 dalam Fadhilah 2018).

Dalam vaporwave dan aestethic, terkadang berbagai komponen disajikan begitu abstrak sampai kita sebagai penikmat awam merasa bingung apa nilai atau maksud yang ingin disampaikan dari karya seni itu sendiri. Namun, bagi beberapa orang yang biasa mendengarkan lagu jazz tahun 80-90an, akan terdapat pengalaman dan kesan tersendiri ketika menikmati musik vaporwave. Vaporwave bisa juga diartikan sebagai bentuk nostalgia dengan awal mula perkembangan teknologi yang turut berkontribusi dalam memberikan implikasi dan perubahan pada struktur kehidupan masyarakat. Vaporwave bisa membawa seseorang untuk  bernostalgia akan Windows 98, mobil klasik dengan gaya futuristik seperti Delorean DMC-12, atau Lamborghini Countach, dihiasi dengan tambahan warna-warna kialuan neon dan pastelnya.

Pada akhirnya apapun arti vaporwave menurutmu, yang jelas vaporwave menjadi genre yang terus berkembang. Keberhasilan genre ini tentunya tidak dapat dilepasakan dari campur tangan berbagai pihak, seperti seniman, produser, penggemar dan pendengarnya yang aktif mengembangkannya di dunia maya. Kini, karya vaporwave sudah banyak tersebar dan bisa diakses melalui forum dan platform internet, seperti Reddit, 4Chan, Bandcamp, Soundcloud, Youtube, dan lainnya. Genre vaporwave mungkin tidak terlalu populer di dunia nyata, tetapi kerap kali menjadi sumber inspirasi bagi kaum milenial. Ohh iya, buat yang suka nostalgia nih, barangkali vaporwave bisa jadi style nostalgia buat kamu. []

Marsa Al Hanan Syifa'i