> Ruang Sastra

Ruang Sastra

Sebuah Abjad

Sebuah Abjad   Sebuah abjad memberontak dari struktur dan bentuk kalimat puan Ia tak mau sendirian, maka ia berenang ke tepian   Pekerjaanku hanya seorang puitikus Bukan politikus yang berpuitis Tetapi, percuma sahaya buatkan berjuta abjad menjadi berpasangan Jika rezeki hanya berpapasan   (Karanganyar, 2019)   Sebuah Pisau   Mulutmu …

Baca Selengkapnya »

Si Gila

“MUNDUR KALIAN, jangan berani-berani mendekat”   Dia mengacungkan moncong pisaunya dan mengarahkan ke segala penjuru  dengan membabi buta. Tangannya yang basah menggenggam pisau dengan erat, dahinya mulai berkeringat, dan kakinya bergemetar. Mirip sekali dengan penjahat yang kulihat di film kemarin. Mungkin bedanya ini, dia tidak berjaket kulit hitam dan tidak …

Baca Selengkapnya »

Pade Patah Dirantai Ilusi

Tuan Pade  merujuk disamping asap peti kapal cantrang Talinya saling bertaruh melingkar pada nadi gelanggang kapal Dihadapan kolong langit yang saling tawar berpergian Sayatan angin pun kian menggempur pandangan Ditengoklah kemudian patahan air yang berselisih ngilu itu Mengombak bergulung pada seperempat siang Menderu di periuk jangkar yang diketam Jantungnya dirajah …

Baca Selengkapnya »

Orang-orang yang Berbaring di Utara Desa

“MEREKA benar-benar hidup!” kata Jatmika ketika mengampiri kami yang sedang jaga malam. Ia datang dengan terengah-engah. Tubuhnya seketika lemas dan tak berdaya. Terlalu banyak mengeluarkan keringat. Mukanya linglung. Seperti usai menjumpai sesuatu yang menakutkan.   “Kau kenapa?” tanyaku. Aku terkaget dengan kedatangannya. Begitu juga tiga orang tetangga yang ikut meronda. …

Baca Selengkapnya »

Musim Panas di Melbourne

    Oleh: Adhy Nugroho     KETIKA SENDIRI, kadang aku membayangkan dunia di luar petak kecil ini. Sambil menatap langit-langit, aku membayangkan bahwa kita semua sebenarnya ada di bawah langit yang sama. Jogja. Aku membayangkan ada seorang pekerja yang baru saja menuntaskan harinya. Ia memutuskan untuk singgah di warung …

Baca Selengkapnya »

Preambul

Preambul   Gugup berumah harap Menghirup kehampaan lalui jendela keasingan jelma kecipak ikan-ikan kecil nubuat bercik di pinggiran gelas kaca   di cawan setengah kasat mata itu puisi sebatang bunga pongah oleh derap nisbi prasangka yang ia kira sawah rumah bagi padi-padi yang mekar di kehidupan   berbenah atau sekadar …

Baca Selengkapnya »