Lha Nggih

Lha Nggih merupakan esai yang ditulis secara periodik oleh kolumnis tetap Saluran Sebelas.

Mata Duitan

Oleh: Hanputro Widyono IMING-IMING honorarium sering menjadi penggerak utama pena. Deretan angka nol menggiurkan dan menggoda orang-orang ikut menulis. Dikiran...

Pemira

Oleh: Udji Kayang Aditya Supriyanto  BEBERAPA WAKTU yang lalu, aku memutuskan makan siang (sore sih sebenarnya) di warung makan Ayam Geprek Kumlot. Ak...

Tanpa Sumpah

Oleh: Hanputro WidyonoHARIAN Kompas edisi 24 Oktober 2016 memuat iklan “Sumpah Pemuda” abad digital. Dalam iklan yang mengisi sekitar seperempat halaman itu...

Ibadah

Oleh: Na’imatur Rofiqoh  DETIK ketika diri memilih menapaki jalan kata, maka langkah-langkah kaki berikutnya adalah langkah-langkah berhuruf. Hari demi har...

Tentir

MAHASISWA di masa lampau, setidaknya sampai tahun 1980-an, punya tradisi khas dalam menyambut mahasiswa dan (terutama) mahasiswi baru. Tradisi yang aku maksud b...