> Laporan Khusus (halaman 3)

Laporan Khusus

Jurus Kalem Tebus Tunjangan Profesor

Oleh: Ririn Setyowati   Lebih dari separuh Profesor UNS tidak produktif. Tunjangan kehormatan mereka terancam ditangguhkan.   ADI RATRIAYANTO, Doktor Fakultas Pertanian (FP) UNS, sebelumnya hanya tersenyum menahan tawa. Baginya, pertanyaan mau atau tidak menjadi profesor adalah hal konyol. Keinginan seperti itu wajar. “Jadi profesor memang impian semua dosen,” jawabnya. …

Baca Selengkapnya »

Empat Jam Mendamba Rektor

Oleh: Eka Indrayani dan Satya Adhi     BEM se-UNS bertahan di depan gedung rektorat selama empat jam. “Memeringati Hari Raya Pendidikan,” katanya.   GEDUNG PUSAT DR. PRAKOSA berdiri megah di bawah langit UNS. Lapangan di depannya segar menghijau. Di depannya, lautan jas almamater biru telur asin berkumpul. Seratusan mahasiswa …

Baca Selengkapnya »

Tagihan Buku-buku Gaib

Oleh : Agus Tri Utomo   Datang tak dijemput, tak pulang harus bayar.   ITU SUDAH hari kedua. Tapi Tsani Silmi Amalia, mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS masih saja gigih mencari buku Komuniksi Organisasi di Perpustakaan Pusat UNS lantai satu. Demi menemukan buku itu, …

Baca Selengkapnya »

Air SPAM “Berkemas-kemas”

Air SPAM dijadikan lahan bisnis. Katanya untuk “sangu” menuju PTNBH.   PERSIS SEPULUH BULAN yang lalu, Agung Nugroho, salah satu staf Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) berkeluh-kesah. Ia heran, mengapa air yang diproduksi SPAM Kampus selalu saja bersisa. Tak tanggung-tanggung, 60% air yang diproduksi SPAM Kampus …

Baca Selengkapnya »

Maniak Selawat Bernama Syekhermania

Oleh : R.Syeh Adni   PEKIKAN TAKBIR terdengar saat Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf naik ke atas panggung. Malam itu (1/10) tengah digelar peringatan Tahun Baru Hijriyah di Balaikota Solo. Para Syekhermania berteriak-teriak. Memekikkan, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Habib Syeikh! Habib Syeikh!”   Saat Habib Syeikh datang ke sebuah …

Baca Selengkapnya »

“Wajah” Baru di Ruang Semu

Oleh: Satya Adhi Wajah mereka tertutup. Tapi orang-orang bisa melihatnya.   BAGI Khonza Nuur Khazanah, wajah adalah segalanya. Hidung, bibir, pipi, telinga, adalah “kawasan terlarang” yang tak boleh sembarang orang memandang. Maka sejak dua tahun silam, perempuan 19 tahun ini memutuskan untuk menutup wajahnya.   Khonza memutuskan untuk ber-niqab.   …

Baca Selengkapnya »

Hijab dalam Pergolakan Makna

Oleh: Ririn Setyowati   Di era Soeharto, perempuan berhijab terancam dihukum. Kini, coba hitung berapa perempuan berhijab di sekitar anda.   SAYA JADI kerap dihujani kata “Alhamdulilah.” Mulai dari kalangan ibu-ibu, mahasiswi, bahkan para penjaja mengidentikkan istilah hijab dengan ungakapan rasa syukur. Hal tersebut kemudian menggugah rasa penasaran: mengapa “berhijab” jadi fenomena …

Baca Selengkapnya »