> Jeda

Jeda

Menghadiri Acara Deklarasi Relawan Jokowi Sebelas Maret

Ini adalah pengalaman pertama saya mendatangi sebuah acara kampanye politik, lebih tepatnya acara deklarasi pemenangan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden RI.   SAYA SENGAJA datang terlambat. Satu jam lebih lambat dari waktu yang tertera di undangan, saya baru tiba di Graha Wisata Niaga, Solo. Namun acara belum dimulai. …

Baca Selengkapnya »

Susano Book: Bernafas dalam Buku

  Di pojok lantai dua bagian depan Pasar Panggungrejo, ada tiga kios yang mencolok dipenuhi buku-buku berbeda bentuk raknya. Lampu kuningnya menerangi sekitar di antara kios-kios yang tutup. Sudah pukul empat sore, tetapi Susano Book masih dijaga oleh dua orang pemiliknya.   SANTI, pendiri Susano Book, bercerita mengenai susahnya mencari …

Baca Selengkapnya »

Pentas Laborat, Tertawa Setelah Menangis

  Akar-akar pohon bergelambir pada pintu kayu sederhana, dedaunan ditata berserakan di lantai dibatasi batu menandakan jalan. Orang yang semula bergerombol masuk gedung, berjajar satu per satu memasuki lorong di lantai dua menuju Aula Gedung F FKIP UNS. Para penonton disambut perempuan yang berdandan seperti hantu nenek tua, dengan posisi …

Baca Selengkapnya »

Suara Menolak Lupa dalam Nyanyian Akar Rumput

  Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu. Ia ingin bicara, Mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?   Kini sudah 20 tahun sejak Suharto turun dari jabatan tertinggi di Indonesia. Tetapi masih belum ada kepastian mengenai korban praktik penghilangan orang (involuntary disappearancs) yang …

Baca Selengkapnya »

Lari: Ekspresi Diri Arianti

Oleh : Rizki Firdaus   “Kebanyakan pelari berlari bukan karena mereka ingin hidup lebih lama, melainkan ingin hidup sepenuh-penuhnya.” -Haruki Murakami   DI SEBUAH warung makan kecil yang berada tak jauh dari anak sungai Bengawan Solo, seorang perempuan berumur 20-an tahun antusias menceritakan kisahnya. Suara genset di dekat warung yang terus-terusan …

Baca Selengkapnya »

Dhemit-isme di Atas Panggung

Oleh: Imriyah   Tirani manusia kini sudah kelewat batas. Jika di zamannya George Orwell lewat Novel Binatangisme, para binatang peternakan Manor tak tahan dengan “eksploitasi” yang dilakukan oleh pemiliknya, para dhemit Pohon Preh kini gantian muak dengan kelakuan manusia yang main tebang dan membikin mereka terancam jadi tunawisma. Akankah mereka menuntut …

Baca Selengkapnya »

PKKMB Generasi Emas, Atraksi dan Ambisi nan Suci

(Oleh: Adhy Nugroho)   SEORANG laki-laki terlihat dari belakang, tungkuk lehernya merah terbakar. Juga para mahasiswa baru yang terlihat berbondong-bondong, berjalan kaki di area belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Kentingan. Itu Kamis 16 Agustus 2018 sore sekira pukul tiga. Sebelumnya, mereka baru saja ikut berkumpul di stadion UNS guna …

Baca Selengkapnya »