Opini

Yang Sedang Lelah Hatinya

“TEMPAT INI begitu indah”, mungkin itulah ungkapan yang aku rasakan ketika pertama kali ke kampus ini. Tak terasa sudah 2 tahun aku kuliah di UNS. Dalam setiap peristiwa aku menemui banyak hal yang bisa jadi pelajaran bagi yang selalu lelah dan mungkin kurang bersyukur. Masih teringat saat menjadi mahasiswa baru, …

Baca Selengkapnya »

Memakamkan Rolling Stone Indonesia

  Kelana duka pembaca majalah musik Indonesia.   Saat itu malam tahun baru tinggal hitungan jam. Kuhabiskan 2017 bersama empat sampai lima kawan. Bermalam di indekos, kami ngobrol ngalor ngidul menyoal makna tahun baru. Di sela obrolan, kutilik lini masa instagram, melihat agenda tahun baru para warganet yang ramai beresolusi …

Baca Selengkapnya »

Mahasiswa-mahasiswi Fakir Apresiasi

  Oleh: Fatih Abdulbari   “Politisasi mahasiswa. Mau kemana?”   Bukan aku yang mengajukan pertanyaan ini, tapi seorang akademisi dan penulis yang menanyakannya. Namanya Kuntowijoyo. Selepas ini, mari panggil beliau Pak Kunto saja. Menurutnya, politisasi mahasiswa terjadi karena krisis identitas. Laiknya remaja SMA, mahasiswa pencari identitas tengah mengalami kebingungan antara …

Baca Selengkapnya »

Guru Besar Imajiner

Oleh: Satya Adhi   BENEDICT RICHARD O’GORMAN ANDERSON. Seorang profesor cum indonesianis lulusan Universitas Cornell, Amerika Serikat. Walau sudah jadi guru besar, almarhum tak mau dipanggil Profesor Ben. Pun bukan dipanggil Pak Ben atau Tuan Ben. Ia justru lebih sering dipanggil dengan panggilan yang terdengar menggelikan di telinga cewek-cewek genit: Om Ben. …

Baca Selengkapnya »

Tuna Etos Keprofesoran

Oleh: M. Fauzi Sukri   /1/ PERSEPSI KITA pada identitas profesor bermula dari prasangka baik. Dan tak hanya itu, malah sangat utopis dan fantastik. Dulu, saat masih bocah kecil di sekolah dasar di satu desa di Jawa Timur, aku dan hampir seluruh teman seusiaku, bisa dan biasa membayangkan: profesor adalah …

Baca Selengkapnya »

Nama itu Nasib!

BETAPA KEJAMNYA orang-orang yang mengganti kata “Mawar” menjadi “Tinja”. Karena meski bagaimana pun, dua kata tersebut telah digunakan untuk memberi nama dua benda  yang berbeda di bawah satu persetujuan bersama. Mengganti nama “Mawar” menjadi “Tinja” adalah tindakan yang tidakadil. Hal yang bisa kita lakukan adalah member nama  lain untuk Mawar …

Baca Selengkapnya »