> Resensi > The Tourist

The Tourist

sumber: Internet

The Tourist mengisahkan seorang wanita misterius bernama Elise (Jolie) yang keberadaannya ternyata dibuntuti oleh sekelompok anggota kepolisian London, Scotland Yard. Elise kemudian mengetahui bahwa dirinya sedang berada di bawah pengawasan ketika ia menerima sepucuk surat dari mantan kekasihnya, Alexander Pearce, yang memberitahukannya kondisi tersebut. Alexander kemudian meminta Elise untuk naik ke sebuah kereta api dari kota Paris, Perancis ke Venice, Italia dan berkenalan dengan seorang asing selama di kereta api agar pihak kepolisian tertipu dan mengira Elise sedang bersama dirinya.

Singkat cerita, Elise kemudian memilih untuk duduk di sebelah Frank (Johnny Depp), seorang guru Matematika asal Wisconsin, Amerika Serikat, yang sedang berlibur. Jelas kehadiran Elise yang kecantikannya membuat setiap pria dan wanita yang ia lewati langsung menatapnya penuh kekaguman kemudian menarik perhatian Frank yang sebenarnya baru saja ditinggal mati oleh istrinya dua tahun silam. Sialnya, semenjak berkenalan dengan Elise, Frank merasa dirinya terus diawasi oleh sekelompok orang bahkan sempat mengejar-ngejar dirinya dan berusaha untuk membunuhnya. Walau begitu, rasa ketertarikannya yang terlanjur mendalam pada Elise membuat Frank melupakan fakta bahwa bahaya kini sedang mengancam hidupnya.

Kelebihan:

– Kehadiran Jolie, Depp dan keindahan latar belakang alam Venice tentu saja membuat The Tourist menjadi sebuah film yang sangat indah untuk dipandang.

– Penonton akan dengan mudah mengikuti cerita versi Hollywood karena dikemas lebih menarik dan dituntun dengan baik sehingga penonton tidak perlu berpikir keras karena akan diarahkan sepanjang cerita.

– Meskipun demikian, humor-humor yang disajikan cukup menghibur. Dan di akhir cerita akan muncul sebuah kejutan yang membuat kita menebak-nebak siapakah Pearce sebenarnya.

– Dengan latar belakang kota venice yang indah membuat cerita tertolong dan lebih menarik, walaupun pemandangan ini juga kurang ditampilkan oleh sang sutradara.

Kekurangan:

– Bermaksud ingin menjadi sebuah action thriller namun kekurangan adegan-adegan aksi yang memikat, bermaksud ingin menjadi komedi namun tanpa kehadiran unsur komedi sama sekali dan bermaksud untuk menjadi sebuah film yang romantis namun gagal menghadirkan kehangatan antara dua pemeran utamanya.

– Cerita yang ditawarkan juga terkesan sebagai sebuah kisah yang teramat singkat namun terus diperpanjang dengan cara menawarkan informasi yang sama dari karakter-karakter yang berbeda. Hal ini semakin diperparah dengan alur cerita yang dibuat berjalan dengan tempo yang cukup lamban.

– Kurang adanya elemen-elemen action, drama maupun komedi yang mampu menambah kesegaran jalan cerita

– Cerita yang monoton yang terus menerus ditawarkan disepanjang film.

Tanpa mempermasalahkan kekurangan dan kelebihan yang ada, mungkin film ini bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu bersama pasangan anda untuk menghabiskan akhir pekan bersama. (Anggar)

Baca Juga

Cepat, Padat, dan Berkeringat dengan Terapi Urine

Oleh: Dimas Alendra     Artis                : Terapi Urine Album             : Petenteng Tahun              : …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.