lpmkentingan.com-Pementasan tahunan Bikin-Bikin, Teater Sopo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) kembali digelar pada Rabu (13/5) pukul 19.00 – 23.00 WIB. “Karya Tanpa Sekat” adalah tema yang diusung Teater Sopo pada pentas Bikin-Bikin 21 kali ini. Bertempat di Student Center (SC) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Teater Sopo mengangkat dua repertoar yaitu Plenthong dan Pemberontakan Sang Kaisar serta sebuah pertunjukan musik yang bertitel Orsek Sikso Grup (Orkestra Musik Sopo).

“Itu ngangkat dari tema kita sendiri. Teater itu bukan hanya di drama aja. Jadi melakukan perubahan lah. Seni teater bukan hanya drama tapi musik juga bisa masuk, ”ujar Pimpinan Produksi Bikin-Bikin 21, Deka Cahya Febriana saat ditanya mengenai pementasannya malam itu.

Selama satu setengah bulan, pemain dan kru yang berjumlah sekitar 30 orang intensif menggarap proses pentas ini. Rencana awal pementasan Bikin-Bikin 21 sebenarnya berlatar tempat di FISIP. Hanya saja dikarenakan perubahan jajaran kepemimpinan fakultas maka kebijakan pun berubah.

“Ada beberapa syarat dari pihak kampus yang tidak terpenuhi. Akhirnya kita pindah ke SC yang notabene merubah sasaran utama FISIP menjadi Student Center. Jadi, ada sedikit geseh untuk jumlah penonton. Kita maunya sold out tapi mungkin antusiasmenya kurang atau bisa jadi publikasi kami yang kurang,”lanjut Deka.

Meskipun demikian, pentas malam itu mampu membius penonton yang hadir. Kisah seorang raja yang dimabuk asmara kemudian dikhianati sang menteri dengan dibalut komedi dan pisuhan seakan menjadi titik kulminasi sekaligus klimaks pementasan. Tawa riuh penonton mengiringi adegan demi adegan dalam repertoar Pemberontakan Sang Kaisar ini.

“Bikin-Bikin 21, dahsyat dahsyat dahsyat dahsyat dahsyat,”ujar Pimpinan Teater Sopo sekaligus ketua Orsek Sikso Grup, Ivan Dhimas saat ditemui di akhir pementasan. (Any)