Terinspirasi dari Taman Pintar Yogyakarta, Pemerintah Kota Surakarta mendirikan salah satu ruang publik yang terkenal dengan nama Taman Cerdas. Taman yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara misalnya, berlokasi berdekatan dengan dua kampus ternama di Kota Surakarta yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI). Hal ini pula yang membuat Taman Cerdas tak pernah sepi oleh pengunjung yang rata-rata merupakan mahasiswa.

Taman Cerdas yang baru diresmikan pada akhir 2014 lalu, merupakan hasil musyawarah warga Kelurahan Jebres dengan Pemerintah Kota Surakarta. “Dulu daerah ini penuh semak belukar dan banyak kejahatan yang mengintainya. Namun, dengan adanya musyawarah masyarakat, daerah ini mulai dimanfaatkan dan diberdayakan agar dapat digunakan oleh masyarakat terutama dalam hal pendidikan,” ujar salah satu pengelola, Adi Sapto.

Dari berbagai keluhan masyarakat tersebut, akhirnya dibangunlah Taman Cerdas. Tak hanya menjadi solusi dari permasalahan lahan kosong tersebut, Taman Cerdas juga membawa banyak manfaat pada masyarakat di sekitarnya. Taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dipergunakan untuk kepentingan umum, seperti area teater terbuka, mini aula, area bermain anak-anak, taman dinosaurus, taman purba, lahan parkir, area free wi-fi dan sebagainya. Selain itu, Taman Cerdas juga menyediakan masjid bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah salat.

Lengkapnya fasilitas Taman Cerdas tersebut tidak lepas dari campur tangan para stakeholder yang memberikan dana, antara lain Bank Solo, Bank Syariah Bukopin, Techno Park, Perusda PPK Pedaringan Surakarta, dan PDI-P Kelurahan Jebres. Adanya dana yang sudah diberikan oleh para stakeholder dan pemerintah Kota Surakarta, menjadikan Taman Cerdas dapat dimanfaatkan dengan gratis. Walaupun gratis, pemerintah tetap menjaga kebersihan dan pemeliharaan Taman Cerdas dengan baik.

Kebersihan Taman Cerdas ini sangat diutamakan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung. Tak heran jika banyak pengunjung yang meramaikan tempat ini saat siang, sore maupun malam. Awalnya Taman Cerdas dibuka untuk umum 24 jam, namun ternyata Taman Cerdas justru disalahgunakan oleh pengunjung muda-mudi menjadi tempat berbuat asusila. Semenjak munculnya tindak asusila tersebut pihak pengelola mulai mengambil keputusan untuk memberi batas jam kunjung hingga pukul 22.00 WIB. Tak hanya itu, pengelolaan taman ini juga dilengkapi dengan adanya petugas keamanan yang bersertifikat.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pengelola Taman Cerdas pun akan  mendirikan perpustakaan dan ruang audiovisual. Bangunan yang sedang dalam proses pembangunan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas komputer yang dapat digunakan untuk umum.

Seiring berjalannya waktu, masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan untuk pengembangan taman ini. Banyak masyarakat yang berharap akan penambahan berbagai fasilitas seperti penambahan kanopi pada lahan parkir dan foodcourt.

Kelompok 3 Diklat Indoor

Anggota LPM Kentingan 2015