Studium Generale “Perkembangan Kebijakan Politik Luar Negeri RI di Kawasan Timur Tengah” diselenggarakan pada Selasa (29/4) di Ruang Seminar Fakultas Sastra dan Seni Rupa, UNS, Surakarta.

Studium Generale “Perkembangan Kebijakan Politik Luar Negeri RI di Kawasan Timur Tengah” diselenggarakan pada Selasa (29/4) di Ruang Seminar Fakultas Sastra dan Seni Rupa, UNS, Surakarta.

Surakarta – Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Satra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret Surakarta menyelenggarakan Studium Generale dengan tema “Perkembangan Kebijakan Politik Luar Negeri RI di Kawasan Timur Tengah” pada Selasa (29/4). Acara ini berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB dan bertempat di Ruang Seminar FSSR UNS.

Selain memperkenalkan Kementerian Luar Negeri RI kepada kalangan mahasiswa, acara ini juga bertujuan untuk mengkaji Politik Luar Negeri Indonesia di kawasan Timur Tengah saat ini.

“Kawasan Timur Tengah itu khas. Mau tidak mau, suka atau tidak suka apapun yang terjadi di kawasan Timur tengah akan selalu dikaitkan dengan komitmen pemerintahan Indonesia terhadap isu agama,” tutur Febrian A. Ruddyard, Direktur Timur Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika.

Menurut Febrian, perlu diperhatikan bagaimana Polugri RI di kawasan Timur Tengah dilaksanakan, misalnya dalam kasus Suriah, Mesir, dan negara Timur Tengah lainya. Hal ini karena sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah mempunyai hubungan baik dengan negara-negara Timur Tengah. (Wiwit)