Para pengunjung begitu antusias dalam menyaksikan demonstrasi fruit carving di Solo Indonesia Culinary Festival (15/3)

Para pengunjung begitu antusias dalam menyaksikan demonstrasi fruit carving di Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2014(15/3).

Surakarta – Pengunjung memadati kawasan Benteng Vastenburg yang menjadi lokasi Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2014 pada Sabtu (15/3) malam. Event yang menjadi agenda tahunan kota Surakarta ini menyuguhkan berbagai macam kuliner Solo dan Indonesia.

Terdapat sejumlah stand kuliner yang menyajikan berbagai makanan. Harga yang ditawarkan di setiap stand pun beraneka ragam. Namun, selain stand yang menawarkan kuliner, ada juga stand demo yang menarik perhatian. Sebuah stand dari Indonesian Chef Association (ICA) ini menjadi salah satu stand yang dikerumuni oleh para pengunjung. Di dalam stand ini, seorang chef sedang melakukan demo fruit carving. Fruit carving adalah sebuah senian kuliner dengan mengukir buah-buahan tertentu menjadi berbagai bentuk yang indah. Di tangan chef tersebut, beberapa buah disulap menjadi berbagai macam bunga.

Chef Bagus, koki yang mendemonstrasikan fruit carving, sesekali menjawab pertanyaan para pengunjung sambil melanjutkan pahatannya. Menurutnya, fruit carving adalah satu seni kuliner yang membutuhkan banyak latihan.

“Saya tidak belajar. Saya hanya banyak berlatih dan membiarkan mengalir saja,” tuturnya.

Pengunjung silih berganti menyaksikan demonstrasi fruit carving di stand ini. Salah seorang pengunjung, Retno, terlihat sangat antusias mengamati gerak-gerik chef dalam mengukir buah.

Fruit carving ini menarik. Saya pernah dapat pelajaran ini sewaktu kuliah, tetapi tidak begitu terlatih,” ujar pengunjung yang juga alumnus Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Solo Indonesia Culinary Festival diselenggarakan selama tiga hari, dari Jumat (14/3) hingga Minggu (16/3). (ANN)