Surakarta – Kelompok Peron Surakarta mempersembahkan pentas Produksi Promosi ke-71, dengan Lakon terbaru karya sutradara Sholikah Yuliana Wisudawati berjudul “Burung-Burung Pipit.” Dengan mengusung kehidupan petani sebagai tema utamanya, naskah ini akan dipentaskan di Graha Watoe Dakon, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo pada Kamis (6/9) mendatang. Selanjutnya, naskah ini akan dipentaskan kembali pada  Rabu (12/9) di Aula gedung F FKIP UNS.

 

Lakon ini bukan hanya menceritakan tentang para petani yang menyayangi sawah dan hasil tanam mereka, tapi juga seseorang yang hidupnya lebih dari cukup tetap mau bekerja di sawah. Kisah ini juga menceritakan adat dan kebiasaan masyarakat setelah panen. Dan juga terdapat cerita-cerita dari tiga remaja yang sedang mencari jawaban mengenai cita-cita dan harapan untuk masa depan.

 

Dalam serangkaian cerita yang dibawakan, mengisyaratkan bahwa semua orang (di Indonesia) makan nasi, nasi dari beras, beras hasil olahan biji padi. Mengisahkan orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada padi, konflik-konflik mengenai hal-hal yang ujung-ujungnya terkait perihal padi. Orang-orang ibarat pupuk dan hamanya padi.

 

Yang berbeda dalam pentas kali ini adalah di proses pembuatan naskah. Sang penulis naskah sekaligus sutradara mengajak langsung para aktor untuk membuat naskahnya. Jadi bukan hanya ide dari sang sutradara saja, akan tetapi para aktor juga dapat mencurahkan ide dan gagasanya. Sehingga para aktor mampu mendalami dan menghayati perannya lebih dalam lagi.[]