Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) menggelar Festival Pertunjukkan Seni Tradisional pada Selasa (26/5) s.d Jumat (29/5). Mengusung tema “Folklore Nusantara” 15 kelompok penari menampilkan keseniannya masing-masing dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Hari pertama kemarin penonton disuguhi kesenian dari 5 kabupaten di Jawa Tengah yakni Tari Adiningtyas Kabupaten Banyumas, Terbang ‘Tembang Pengiling-eling’ Kabupaten Batang, Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang, Karawitan ‘Cokek Sragenan’ kelompok FK METRA Sukowati, Kabupaten Sragen, Angklung ‘Ngeronce’ kelompok Sanggurita Kabupaten Purbalingga dan terakhir penampilan drama tari dari SMK N 8 Surakarta.

Kepala Taman Budaya Jawa Tengah menabuh Gong tanda dibukanya Festival Pertunjukkan Seni Tradisional pada Rabu (26/05)

Kepala Taman Budaya Jawa Tengah menabuh Gong tanda dibukanya Festival Pertunjukkan Seni Tradisional pada Rabu (26/05)

Penampilan pertama adalah Tari Adiningtyas kesenian Kabupaten Banyumas. Tari ini menyorot tentang bagaimana peran perempuan yang dikaitkan dengan kesetaran gender dewasa ini.

Penampilan pertama adalah Tari Adiningtyas kesenian Kabupaten Banyumas. Tari ini menyorot tentang bagaimana peran perempuan yang dikaitkan dengan kesetaran gender dewasa ini.

Kabupaten Batang menampilkan Terbang ‘Tembang Pengiling-eling’ Kelompok Guder at Tarbani.

Kabupaten Batang menampilkan Terbang ‘Tembang Pengiling-eling’ Kelompok Guder at Tarbani.

Tari Topeng Ireng atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Dayakan’ merupakan salah satu kesenian dari Kabupaten Magelang.

Tari Topeng Ireng atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Dayakan’ merupakan salah satu kesenian dari Kabupaten Magelang.

Penari  ‘Cokek Sragenan’ kelompok FK METRA Sukowati  mengajak beberapa penonton naik ke atas panggung untuk turut serta menari.

Penari ‘Cokek Sragenan’ kelompok FK METRA Sukowati mengajak beberapa penonton naik ke atas panggung untuk turut serta menari.

Angklung ‘Ngonce’ kelompok Sanggurita Kabupaten Purbalingga, tidak hanya menampilkan irama  musik angklung. Tetapi juga terdapat tarian dan dialog-dialog khas dialeg Purbalingga.

Angklung ‘Ngonce’ kelompok Sanggurita Kabupaten Purbalingga, tidak hanya menampilkan irama musik angklung. Tetapi juga terdapat tarian dan dialog-dialog khas dialeg Purbalingga.

Sebagai pamungkas SMK N 8 Surakarta menampilkan drama tari ‘Raden Mas Said’. Hal tersebut terkesan menarik ketika tari dikolaborasikan dengan drama.

Sebagai pamungkas SMK N 8 Surakarta menampilkan drama tari ‘Raden Mas Said’. Hal tersebut terkesan menarik ketika tari dikolaborasikan dengan drama.

Foto & Teks: Afifah K