Mahasiswa berlari berbondong-bondong ke tengah stadion ketika Ari Lesmana dan rombongannya memasuki panggung. Tak disangka, setelah melewati rangkaian acara Student Vaganza di tengah terik matahari yang tak berbelas kasih, mereka dapat menyaksikan penampilan Fourtwnty dari jarak dekat. Suasana semakin riuh setelah Fourtwnty menyelesaikan lagu pertamanya. Baik mahasiswa baru maupun panitia berbaur bersama menikmati puncak acara PKKMB UNS tersebut diiringi lagu Lembayung Senja dari sang penyanyi. Sebelumnya, kehadiran dari Fourtwnty tidak diketahui oleh mahasiswa-mahasiswi baru UNS.

 

Student Vaganza diadakan sebagai acara penutupan sekaligus puncak PKKMB UNS 2019. Dengan tema “Sinergi Ksatriya Nagari”, Student Vaganza digelar di Stadion UNS yang diikuti oleh 8.639 orang mahasiswa baru 2019 (18/8). Banyak perbedaan Student Vaganza tahun ini dengan sebelumnya, terutama pada pembentukan formasi dan nilai-nilai yang ingin diberikan kepada mahasiswa baru UNS 2019. Muhammad Khoiruddin Alwy selaku ketua panitia mengakui bahwa dengan turunnya SK baru, banyak perubahan rangkaian acara PKKMB UNS, termasuk Student Vaganza dan Expo UKM.

 

Berbeda dengan tahun lalu yang membentuk atraksi mozaik untuk memberikan dukungan kepada perhelatan Asian Para Games 2018, tahun ini formasi mozaik memiliki tema “Tangkal Radikalisme Tegakkan Pancasila”. Menurut Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Aksi Kebangsaan Mahasiswa UNS  dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74.

 

Student Vaganza PKKMB UNS juga menggelar aksi peluncuran lagu “Pancasila Jiwa Kita” karya Tim Gerakan Cinta Merah Putih (GCMP), kemudian digelar yel-yel dan pantomim kebangsaan dengan tema “Pancasila Jiwa Kita” bersama seluruh mahasiswa baru. Kemudian terdapat juga aksi gerakan moral kebangsaan dengan bahasa isyarat oleh mahasiswa terbanyak dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74. Kegiatan tersebut berhasil memecahkan Rekor Indonesia LEPRID untuk aksi kebangsaan terbesar yang melibatkan jumlah mahasiswa terbanyak.

 

“Kita ingin memberi dukungan kepada anak-anak difabel, juga mengajarkan kepada mahasiswa baru tentang bahasa isyarat, pertama yang paling mudah yaitu perkenalan diri dengan bahasa isyarat dalam segala kegiatan PKKMB UNS kemarin,” ungkap Alwy.

 

Perubahan juga terlihat pada penggunaan tas jinjing berbahan plastik sebagai pengganti kertas untuk melakukan formasi mozaik. Tahun lalu, satu mahasiswa membawa sepuluh lembar kertas yang akhirnya ditinggalkan dan menjadi sampah yang menumpuk. “Dengan penggunaan tas jinjing ini selain lebih hemat juga dapat digunakan kembali,” tambahnya. Meskipun begitu, penggunaan tas jinjing hanya bisa menghasilkan dua warna.

 

Rangkaian acara Student Vaganza sendiri terdiri dari acara formal dan hiburan. Acara formal diisi antara lain oleh Rektor UNS, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS dan BEM UNS, sedangkan hiburan terdiri dari penampilan UKM, komunitas daerah di UNS, dan puncaknya spesial dari band indie folk asal ibukota, Fourtwnty.

 

Sampai akhir acara, segerombol mahasiswa baru meninggalkan stadion dengan wajah memerah karena terbakar matahari. Mereka berbincang-bincang, mengulang ingatan tentang puncak rangkaian Program Kenal Kampus Mahasiswa Baru yang baru saja mereka lewati. Tanpa sadar akan harapan panitia yang tersalurnya lewat nilai-nilai yang ingin ditanamkan pada mereka. Nilai religius, kepekaan sosial, dan juga kepedulian lingkungan. “Mereka adalah solusi bagi bangsa Indonesia untuk ke depannya,” kata ketua acara tersebut. []

 

Reporter : Hesty Safitri