Salah satu adegan di pementasan ketoprak bartajuk Sang Pembayun.

Solo-Jumat (4/4) malam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD) menggelar pentas bertajuk “Sang Pembayun” di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT). Sang Pembayun merupakan naskah garapan Trisno “Pelok” Santoso, S.Kar., M.hum. dan disutradarai oleh orang yang sama pula.

Pementasan “Sang Pembayun” menjadi puncak dari kegiatan pekan budaya yang diadakan oleh UKM UPKD pada 20 s.d. 21 Maret 2014 lalu. Kegiatan pekan budaya berisi kegiatan-kegiatan perlombaan yang menjadi ajang kreativitas mahasiswa dalam berkarya seni. Ada pun yang diperlombakan dalam pekan budaya tersebut antara lain, lomba geguritan, lomba nembang, dan lomba sketch art.

“Sang Pembayun bercerita tentang perjuangan seorang wanita. Diangkatnya tema ini tidak terlepas dari bulan April yang sangat identik dengan wanita. Harapan kami (panitia) melalui cerita Sang Pembayun ini, kita jadi lebih menghargai wanita dan tidak memandang mereka (wanita) dengan sebelah mata.” ujar Tian Setyanto yang merupakan ketua umum UKM UPKD UNS.

Menurut pengakuan dari Tian, persiapan pementasan ini telah dilakukan sejak jauh hari, yakni  sejak akhir Januari lalu, dimulai dengan pembentukan kepanitian. Jadi, tidak heran jika pementasan Sang Pembayun dapat dibilang sukses karena kematangan persiapannya. Hal tersebut dapat dilihat dari antuiasme penonton pementasan yang memenuhi kursi penonton hingga pementasan usai pada pukul 23.00 WIB. (Puput)