lpmkentingan.com (10/04/15) – Agrotechs Fair merupakan acara tahunan mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS. Dalam Agrotechs Fair tahun 2015 ini, akan ada beberapa kegiatan yang diadakan, salah satunya adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat nasional. Sehubungan dengan semakin dekatnya AFTA 2015, maka LKTIM tersebut mengusung tema “Peningkatan Sumber Daya Menuju Pertanian Mandiri”.Grand Final akan diselenggarakan pada 14 April 2015 mendatang setelah melalui proses penyeleksian yang panjang telah dilakukan sejak Februari 2015 lalu.

“Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Maka dari itu, bagaimana cara kita untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri. Salah satunya ya dengan memajukan pertaniannya.”, tutur Kepala Divisi LKTIM, Natasha Ervia. Dijelaskan lagi, LKTIM tersebut bertujuan untuk mengunggulkan pertanian Indonesia melalui konsep pertanian mandiri yang diusung. Melalui pertanian mandiri tersebut, diharapkan petani bisa mandiri dan tidak terpengaruh terhadap ‘iming-iming’ para pengusaha yang ingin memanfaatkan tanah sebagai sarana berbisnis. Perlombaan ini juga bertujuan untuk membangkitkan para petani agar mampu mengembangkan usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Para peserta diharapkan dapat memberikan inovasi baru melalui tema yang diusung, terlebih lagi jika dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, inovasi yang ada dapat digunakan sebagai referensi bagi para mahasiswa maupun masyarakat dalam mengembangkan strategi pertanian, khususnya dalam pemanfaatan berbagai sumber daya atau limbah yang tidak terpakai. Ide-ide daninovasi yang terbentuk dalam sebuah karya tulis tersebut diseleksi secara ketat oleh para juri yang notabene adalah dosen-dosen Fakultas Pertanian UNS.

Menurut penuturan Natasha Ervia, persiapan LKTIM sudah dilakukan sejak bulan Januari 2015. Semua anggota panitia berkumpul untuk membahas tema besar yang akan diangkat, sehingga terbentuklah tema “Peningkatan Sumber Daya Menuju Pertanian Mandiri”. Dari tema tersebut, dikembangkan lagi menjadi tiga subtema kecil, yaitu Teknologi Ramah Lingkungan di Lahan Pertanian, Mengembangkan Ekonomi Kreatif melalui Produk Lokal, dan Sarana dan Prasarana Pemanfaatan SDA secara Tepat.

Subtema LKTIM yang diusung tidak hanya berasal dari sisi agrotekniknya saja, tetapi juga dari berbagai sudut pandang seperti dari sisi ekonomi, teknik dan lain sebagainya. Sehingga, tidak hanya mahasiswa Fakultas Pertanian saja yang mengikuti LKTIM ini, tetapi mahasiswa dari fakultas lain seperti FMIPA dan Fakultas Teknik dapat ikut andil dalam perlombaan ini. Kemudian, karya-karya tersebut diseleksi secara bertahap oleh para juri sebanyak dua kali.

“Seleksi tahap pertama memilih 25 besar, dan baru pada tahap kedua disaring menjadi 10 besar. Selanjutnya, akan dilakukan Grand Final yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 April 2015. Pada tanggal tersebut, para peserta terpilih diharuskan mempresentasikan karya tulis yang dihadapan para juri dan akan ada penilaian lebih apabila para peserta tersebut membawa prototype inovasi mereka”, jelas Natasha. Kriteria kajian nilai dilihat dari gagasan, pengetahuan tentang inovasi yang dibuat, serta format karya ilmiah tersebut.

Dari 75 tim yang merdaftar, terpilihlah 10 besar tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia diantaranya ialah UNS, IPB, UB, UNNES, UNDIP, Gunung Jati Cirebon. Kadiv LKTIM ini mengatakan harapannya di tahun depan adalah peserta yang mendaftar semakin banyak dan diharapkan masyarakat lebih mengenal pertanian, karena pertanian merupakan faktor utama dalam kehidupan.

Citra dan Fadhilah