Ilustrasi: M. Wildan Fathurrohman

Para pecandu rokok menganggap bahwa merokok itu merupakan sebuah kenikmatan. Apalagi ketika pagi hari disaat sedang bersantai sambil bersiap untuk menyambut hari dan tentunya ditemani secangkir kopi, Ahh … pasti nikmat sekali. Bahkan apabila sehari saja tidak merokok, mereka merasa masih ada yang kurang dalam hidup ini. Ibarat peribahasa bagai sayur tanpa garam. Sehingga paling tidak ya sehari sebatang, itu anggapan mereka.

 

Sementara bagi kaum non perokok, merokok itu adalah suatu kerugian. Bahkan merokok itu sama saja membakar uang. Bukan sebuah rahasia lagi bahwa merokok juga dapat menganggu kesehatan, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Dampak negatif kesehatan bagi perokok aktif sudah kita ketahui bersama, ya sesuai yang tertera dalam kemasan atau bungkus rokok. Mulai dari penyakit paru-paru, impotensi hingga stroke. Sementara bagi perokok pasif, gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat paparan asap rokok yang dihirup lebih berbahaya. Menurut Kementerian Kesehatan RI, perokok pasif berpotensi menderita asma, kanker paru-paru maupun serangan jantung.

 

Kesadaran memang timbul dari diri pribadi masing-masing, maka bersikaplah dengan bijak. Apabila merokok memang suatu aktivitas yang merugikan maka kurangilah atau bahkan hentikanlah. Seandainya saja masih tetap merokok, dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada perokok, tetapi juga kepada orang lain. Maka dari itu, jagalah kesehatan karena kesehatan itu mahal harganya. Jika kamu saja tidak mampu menjaga kesehatanmu, apalagi menjaga pasanganmu nanti.[]

 

Ilustrator: M. Wildan Fathurrohman