Salah satu adegan dalam pentas GEMPA(R) Unit Studi Sastra dan Teater Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (4/6).

Salah satu adegan dalam pentas GEMPA(R) Unit Studi Sastra dan Teater Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (4/6).

Surakarta–Rabu (4/6), Unit Studi Sastra dan Teater (UNSTRAT) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan pentas produksi teater ke-37 dengan judul GEMPA(R) di Taman Budaya Jawa Tengah. Acara ini diselenggarakan di dua kota yaitu Yogyakarta dan Solo. Pementasan di Yogayakarta telah terselenggara pada Senin (2/6) lalu.

Lakon dengan naskah asli garapan B. Soelarto yang berjudul “Gempa” ini bercerita tentang polemik kekuasaan. Para pemimpin yang mayoritas kaum pria dan haus akan kekuasaan ingin mengusai suatu daerah yang saat itu dipimpin oleh seorang letnan wanita. Sedikit menyinggung isu gender, kisah ini mencoba menelaah makna emansipasi di dunia militer.

“Kami, di luar rumah tangga, punya hak sederajat dengan kalian dalam segala lapangan kerja,” ucap sang letnan dalam salah satu babak.

“Pentas yang menggemparkan dan melegakan,” seru Anindita, mahasiswi Pendidikan Seni Tari, selaku sutradara GEMPA(R) saat ditanya mengenai garapannya malam itu.

Muh. Ramdhan, mahasiswa Teknik Otomotif yang malam itu berperan sebagai serdadu, berharap suatu hari pentas Solo akan datang ke Yogyakarta.

“Semoga temen-temen Solo main ke Jogja dan pentas di sana juga, sekedar menambah relasi dan silaturahmi,” ungkapnya.