lpmkentingan.com—Tak berlebihan bila bulan ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah. Selain pada bulan tersebut segala macam pahala dilipatgandakan, seperti yang tertulis dalam kitab suci. Ia menghadirkan percikan-percikan rejeki bagi manusia di sana-sini.

Bulevard Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjelma menjadi pasar kaget selama bulan ramadan. Seiring meronanya mega merah pada hari ketiga puasa (20/6) kemarin, kendaraan beroda dua banyak berlalu-lalang di depan plang utama UNS. Pengunjung yang notabennya mahasiswa terlihat mengantre di gerobak-gerobak penjaja minuman dan makanan yang berjajar di sepanjang jalan yang juga merupakan pintu utama masuk kampus.

Sepasang suami istri penjaja minuman khas ramadhan: es buah dan kolak terlihat sibuk mempersiapkan racikan minumannya di sebuah gerobak warna biru. Sang istri dengan senyum yang sumringah menawarkan setiap pengunjung yang melintasi gerobaknya dengan sapaan khas Jawa. “Monggo, monggo. Mbak, mas, pinarak”.

Tak mau kalah. Semakin tahun semakin banyak stand-stand berbentuk lapak yang digelar mahasiswa. Mulai es teh, es buah, es sirsak, hingga timlo dapat dijumpai di lapak-lapak mahasiswa yang berada satu kawasan dengan para penjaja lainnya. Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) Fakultas Pertanian UNS salah satunya. Demi mengumpulkan dana usaha untuk Pekan Pelita pada bulan September depan, sudah dua hari ini mereka menggelar lapak di pasar kaget UNS.

“Dari kemarin kami menggelar bazar di sini, alhamdulillah laku. Soalnya kan yang kami jual beda. Ada timlo. Jadi antusiasme pengunjung tinggi. Eh itu apa, itu apa? Jadi pada beli deh,” ujar staff bidang Pengembangan Profesi HM Pelita Nesmi Puspitasari di sela-sela kesibukannya menunjukkan sebilah papan berisi menu-menu dagangan kepada para pengunjung yang melintas di hadapannya.

Ditemui di titik berbeda, Susanti, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa angkatan 2011 yang mengaku baru dua kali menjalani puasa di kampus mengatakan jika puasa kali ini adalah puasa teramai di pasar kaget UNS. Keramaian itu timbul baik dari segi penjual maupun pengunjung. Dari segi penjual, sekarang semakin banyak mahasiswa yang turut menjajakan dagangan di pasar kaget. Dari situlah, jumlah pengunjung pun melonjak dari tahun-tahun sebelumnya. (Ifa)