“Solo International Cartoon Exhibition” yang diselenggarakan oleh Pakarso (Paguyuban Kartunis Solo) di Monumen Pers Nasional, Solo (30/4)

“Solo International Cartoon Exhibition” yang diselenggarakan oleh Pakarso (Paguyuban Kartunis Solo) di Monumen Pers Nasional, Solo (30/4)

Surakarta – Paguyuban Kartunis Solo (Pakarso) memamerkan hasil karya mereka melalui event “Solo International Cartoon Exhibition” di Monumen Pers Nasional, Solo (30/4). Pameran yang berlangsung selama tiga hari (28-30/4) ini memang ditujukan untuk menggugah masyarakat dan juga pemerintah lewat gambar kartun. Pameran ini sudah diadakan pertama kalinya pada tahun 1981. Namun karena adanya berbagai kendala seperti kendala biaya dan kurangnya dukungan dari pemerintah Surakarta, event ini belum dapat direalisasikan menjadi event tahunan. Tahun 2014 ini adalah tahun ke empat dari Pakarso dalam melaksanakan pameran mereka.

Di dalam pameran ini, sekitar 250 kartun hasil karya kartunis dari seluruh Indonesia dan bahkan dari kartunis dunia, di antaranya India, Palestina, Rusia, Ceko, Cina, Jerman dan masih banyak lagi kartunis mancanegara. Tidak semua kartun ditampilkan dalam pameran ini, terutama kartun yang berasal dari luar negeri. Hal ini karena adanya perbedaan budaya, yang mengharuskan panitia acara untuk memilah kartun terlebih dulu. Selain itu, faktor tempat yang kurang luas juga menjadi alasan mengapa tidak semua kartun dipamerkan.

Kartun-kartun yang dipamerkan pun beragam, mulai dari kartun dengan media kanvas, akrilik, kayu sampai ke kain. Namun sayangnya peminat dan kartunis di Solo masih kurang.

“Sebenarnya di Solo sendiri banyak sekali kartunis, namun mereka masih tersembunyi. Maka dari itu, kami mengadakan acara ini untuk menggugah para kartunis dan juga masyarakat umum untuk lebih mengenal kartun,” ujar Jajak, salah satu panitia acara dan juga anggota Pakarso. (Siwi)