lpmkentingan.com—Salah satu gedung Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang terletak di kawasan Purwosari Surakarta (26/08) tampak dipadati orang-orang yang hendak menyaksikan Pameran Ilustrasi dan Peluncuran Album Merah Bercerita. Pameran ilustrasi bertajuk “Narasi Ilusi Zaman” itu akan berakhir pada Sabtu besok (29/08).

Kondisi gedung yang dari luar nampak redup pencahayaannya bertolakbelakang dengan kondisi di dalam ruangan yang begitu gegap gempita. Pameran ilustari dibuka dengan prosesi pemotongan pita. Hari pertama pameran sekaligus sebagai hari peluncuran album pertama Merah Bercerita. Empat puisi Wiji Thukul turut disertakan dalam album Merah Bercerita yang digawangi Fajar Merah (anak bungsu Wiji Tukul) sebagai vokalis merangkap gitaris, Gandhi Asta (gitar), Yanuar Arifin (bas), dan Lintang Bumi (drums).

Gedung milik UNS yang rencananya akan segera diresmikan oleh pemerintah itu didaulat sebagai tempat pelaksanaan pameran ilustrasi garapan ilustrator-ilustrator muda. Para ilustrator yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Diploma 3 Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Pendidikan Seni Rupa UNS ini menamakan dirinya sebagai kelompok seni Akar Daun. Puluhan karya yang terpajang apik memanjakan mata pengunjung begitu memasuki pintu utama gedung hingga sepanjang sisi gedung. Karya-karya tersebut  diantaranya “Diri Sendiri”, “Bom Waktu”, “Lagu Anak”, “Orkes Bahagia”, “Ilusi dan Yang Aku Tahu”, dan lain sebagainya. Ilustrasi-ilustrasi tersebut terilhami dari lagu-lagu dalam album baru Merah Bercerita.

Pembukaan pameran ilustrasi sekaligus peluncuran album Merah Bercerita itu bertepatan dengan hari ulang tahun Wiji Thukul yang ke-52. Fajar Merah dalam aksi panggungnya sempat mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama mengucapkan: selamat ulangtahun, bro. Ia menuturkan begitu merindukan ayahnya yang selama sembilan belas tahun ini tak ada kabar. Hidup maupun mati, semoga beliau damai. (Ifa)