Edisi Khusus: Ngislami Itu Ngepop

 

sampul

Saluransebelas.com Edisi Khusus Nomor I/2016

Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Kentingan, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Redaktur Pelaksana: Satya Adhi, ReporterFera Safitri, Ririn Setyowati, R. Syeh Adni, Satya Adhi, Fotografer: Panji Satrio, Tim Riset: Muhammad Ilham, Aziz Nur Fasma, Desain Sampul: Sinta Oktaviani



EDITORIAL

sampul-copyMazhab Masa Depan

 

COBA sejenak kita berpikir liar. Apa jadinya bila Muhammad hidup di abad 21, lalu Tuhan menurunkan wahyu kepadanya. Bisa jadi Muhammad abad 21 adalah seorang pebisnis yang tengah makan siang di sebuah kafe. Lalu muncul pesan di akun Line gawainya atas nama Jibril, “Iqra!”…

 

 

 

 

 


LAPORAN KHUSUS

 

Hijabers Community Jakarta

Hijabers Community Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hijab dalam Pergolakan Makna

Oleh: Ririn Setyowati

 

 

Di era Soeharto, perempuan berhijab terancam dihukum. Kini, coba hitung berapa perempuan berhijab di sekitar anda.

 

SAYA JADI kerap dihujani kata “Alhamdulilah.” Mulai dari kalangan ibu-ibu, mahasiswi, bahkan para penjaja sendiri mengidentikkan istilah hijab dengan ungakapan rasa syukur. Hal tersebut menggugah rasa penasaran saya: mengapa “berhijab” jadi fenomena yang patut disyukuri?

Walau ucapannya relatif sama, namun beberapa kali saya menemukan pemaknaan yang berbeda mengenai penuturan syukur ihwal berhijab, berkerudung, atau berjilbab. Penggunaan kerudung, jilbab, hingga ke hijab bukan hanya suatu istilah yang berubah. Melainkan ada cerita yang melatar belakangi perkembangan maknanya…


 

LAPORAN KHUSUS

 

Tampilan akun @cadarniqab di Instagram.

Tampilan akun @cadarniqab di Instagram.

“Wajah” Baru di Ruang Semu

Oleh: Satya Adhi

 

Wajah mereka tertutup. Tapi orang-orang bisa melihatnya.

BAGI Khonza Nuur Khazanah, wajah adalah segalanya. Hidung, bibir, pipi, telinga, adalah “kawasan terlarang” yang tak boleh sembarang orang memandang. Maka sejak dua tahun silam, perempuan 19 tahun ini memutuskan untuk menutup wajahnya.

Khonza memutuskan untuk ber-niqab


 

LAPORAN KHUSUS

 

Salah seorang Syekhermania mengibarkan bendera saat peringatan 1 Muharram 1438 Hijriyah, di Balaikota Solo, Sabtu (1/10) (Foto: Panji Satrio/LPM Kentingan)

Salah seorang Syekhermania mengibarkan bendera saat peringatan 1 Muharram 1438 Hijriyah, di Balaikota Solo, Sabtu (1/10) (Foto: Panji Satrio/LPM Kentingan)

 

Maniak Selawat Bernama Syekhermania

Oleh: R. Syah Adni

 

PEKIKAN TAKBIR terdengar saat Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf naik ke atas panggung. Malam itu (1/10) tengah digelar peringatan Tahun Baru Hijriyah di Balaikota Solo. Para Syekhermania berteriak-teriak. Memekikkan, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Habib Syeikh! Habib Syeikh!”

 

Saat Habib Syeikh datang ke sebuah acara, hampir bisa dipastikan penonton akan histeris. Mirip penonton konser yang meneriakkan nama idolanya yang naik ke atas panggung. Bendera berlambang Syeikhermania tak lupa dikibarkan oleh para syeikher saat selawat disenandungkan. Seperti Pasoepati saat mendukung Persis Solo berlaga di Stadion Manahan…


 

Infografis

fix-infografis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

CATATAN KENTINGAN

sampul-copy

Islam dalam Kepungan Budaya Pop

Oleh: M. Fauzi Sukri

ISLAM pop di kampus pernah mengejutkan seorang ibu dosen asing. Si dosen antropolog yang sedang melakukan penelitian itu, Nancy Smith-Hefner, kaget terhadap perubahan dramatis yang terjadi dengan pakaian mahasiswa wanita muslim antara tahun 1970an dan 1990an. Wanita muslimah masih biasa-biasanya saja memakai rok western selutut dengan baju lengan pendek.