lpmkentingan.comTeras Museum Radya Pustaka Solo pada Minggu (10/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB diramaikan oleh sekumpulan seniman yang menyaksikan Bedah Cipta Tari Tradisi oleh penari dan seniman senior, Bambang “Besur” Suryono. Acara ini diselenggarakan setiap tanggal 10 oleh Mitra Museum Community bekerja sama dengan Komite Museum Radya Pustaka Surakarta.

Salah satu anggota Mitra Museum Community, Srihadi membeberkan perihal misi utama acara ini, “bermula dari kita semua yang peduli dengan kehadiran museum ini, jadi kita ciptakan peristiwa kebudayaan di teras museum untuk menaikkan harkat dan martabat museum Radya Pustaka.” Srihadi juga berkomentar seputar kurangnya minat anak muda berkunjung ke museum, hal ini memunculkan ide untuk menarik perhatian masyarakat, walaupun sejak Desember 2014 awal diselenggarakan acara rutin ini, animo masyarakat masih tergolong kurang.

“Tujuan kami memang menunjukkan dulu, bahwa ada peristiwa kebudayaan di museum ini. Informasinya kami sebar lewat media sosial, radio dan koran. Barulah nanti ke depannya kita bisa menarik minat masyarakat untuk peduli dengan museum Radya Pustaka,” tutur Srihadi. Ditanyai perihal sedikitnya jumlah penonton kala itu, Srihadi menjawab, “nanti tanggal 15 Mei pasti ramai, ada Kethoprak Srawung, saya sutradaranya,”ujar Srihadi sambil tertawa. (Ayas)