Pidato pengukuhan guru besar oleh Prof. Stefanus Adi Kristiawan, S.T., M.T., Ph.D. (44), Kamis (26/6).

Pidato pengukuhan guru besar oleh Prof. Stefanus Adi Kristiawan, S.T., M.T., Ph.D. (44), Kamis (26/6).

UNS SOLO- Kamis (26/6) kemarin bertempat di gedung auditorium, digelar sidang senat terbuka untuk mengukuhkan Prof. Stefanus Adi Kristiawan, S.T., M.T., Ph.D. (44)sebagai guru besar bidang teknik sipil, FT UNS.  Sidang senat ini dipimpin langsung oleh ketua senat universitas, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS yang juga menjabat sebagai rektor dan dihadiri oleh anggota senat yang merupakan guru besar dari setiap fakultas.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pengembangan Teknologi Beton yang Mendukung Terwujudnya Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan” Stefanus menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak degradasi lingkungan akibat pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan tersedianya fasilitas yang handal dalam menunjang kesejahteraan. Selain itu eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan juga akan mempercepat dampak perubahan iklim.

“Infrastruktur berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai infrastruktur yang mampu menjaga kelangsungan fungsinya secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan keselarasan dengan lingkungan”, tambahnya lagi.

Lebih lanjut guru besar ke-161 ini menerangkan mengenai fungsi beton sebagai komponen fisik yang penting dalam mendukung pembangunan. Pengembangan teknologi beton dengan bahan baku alternatif ramah lingkungan serta peningkatan performa dan durabilitas beton adalah pendekatan yang tepat dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan.

Pidato pengukuhan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada banyak pihak yang telah memberikan dorongan kepada Stefanus hingga dapat mencapai gelar guru besar. Termasuk diantaranya adalah keluarga dan para guru semasa sekolahnya. Pria yang menghabiskan seluruh masa pendidikan hingga meraih gelar sarjana di kota kelahirannya, Surakarta ini juga berharap dapat mengemban tugas sebagai guru besar secara profesional untuk mendukung kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan. (Nadia)