Ilustrasi: M. Wildan Fathurrohman/LPM Kentingan

Menyelami Diri

(1)

Sepasang mata

Melirik tak pasti

Mencuri-curi siapa pandang siapa

Membuka indah

Menutup lembut

Dengan lentik-lentik yang cantik

Sering ditutup dua buah kaca

Seiring diselingi air tak bertuan

Kemudian berbinar menyejukkan

(2)

Sejatinya semua diri ingin bebas

Melebur dengan naluri

Melepas kendali

Terlepas hantu-hantu etika yang tercipta

Kalau-kalau!

Jangan sampai!

Harusnya!

dan sumpah serapah lainnya

Tinggal diri dengan kosongnya

Tinggal hati dengan resahnya

dan hanya tersisa karung bekas

Terbungkus dengan kesalnya

(3)

Rusukku membeku

Jari jemari halus tak terasa

Senyum-senyum palsu

Terbawa pula tawa-tawa ragu

Sampai berdarah

Memberi khalayak siup-siup mesra

Perangainya bergelut

dengan jiwa yang manis itu

Terlebih saat seorang datang

Dia menjelma menjadi siang

(4)

Tentang daun yang begitu baik

Benar adanya bahwa air membantunya

Serpihan ranting tak punya dosa

Membungkukkan tulang-tulang tua

Tertinggal

Menyesal

Merasa Benar

(5)

Bertumpu pada malu-malu

Seiring sering yang tak pernah luput

Dari sesak karena kesal tak berkesudahan

Padahal dia begitu lekat

Terbakar api yang tersiram air

Lenyap tak sekejap

Bertambah besar, menjadi-jadi

Yang dipikir tak bersatu

Terus saja dijadikan juru

Sampai yang jelas jadi abu

(6)

Aku sering bertanya demikian

Bergumul pada pertanyaan-pertanyaan yang mengecilkan

Hati, pikiran, perasaan

Melihat mereka yang begitu halus memainkan tuturnya di depan khalayak

Melihat mereka yang begitu tegas menyuarakan hatinya

Selalu tersadar ternyata hanya luar

Dalam tak lagi sama

Rapuh, ada yang hancur pula

Sama

Semua begitu beragam tapi rata

(7)

Ada banyak hal yang begitu ku terima dengan baik

Selayaknya memang harus

Terkadang karena benar-benar ingin

Dan benar-benar ada

Seringkali melihat yang lain kehilangan

Sedangkan diri selalu merasa kurang

Tercukup sudah melihat mendengar memperhatikan

hilangnya mereka dari mereka

Sedikit sesak kini perlu menerima

Yang diinginkan

Mungkin tidak benar-benar dibutuhkan

Yakin bahwa tangan Tuhan benar lagi besar

Selayaknya patut diterima, semua terbalut kasih nyata []

Cahyanti Nawangsari

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 110