Proses pelubangan teko Saminem (66) (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.

Menilik Proses Pembuatan Keramik Klampok

Sebagai kabupaten yang kaya di sektor kreatif, Banjarnegara memiliki berbagai industri kerajinan tangan yang tidak hanya sarat akan nilai seni, tetapi juga memiliki sejarah yang panjang. Salah satu yang menjadi andalan yaitu keramik Klampok. Sentra kerajinan keramik Klampok tersebut berada di bagian barat Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Banjarnegara. Lokasi sentra kerajinan keramik Klampok dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dengan jarak sekitar 30 km dari pusat kota Kabupaten Banjarnegara.

Kerajinan kramik Klampok bermula pada tahun 1957, atau 63 tahun yang lalu. Saat itu, berdiri sebuah sentra industri kerajinan tangan yang dinamai “Meandallai”. Industri tersebut dirintis oleh Admowinoto, seorang bekas pegawai pabrik Keramik yang didirikan oleh orang Belanda di Klampok. Pada saat Meandallai berdiri, industri ini menyerap banyak tenaga kerja, hingga akhirnya memicu warga Desa Klampok untuk mendirikan industri serupa.

Sementara itu, untuk saat ini salah satu perusahaan yang masih mempertahankan keramik Klampok yaitu Keramik Mustika. “Tahun 75 kramik mustika berdiri tapi masih ¬≠home industry. Pak Suparyo yang punya adalah guru di bidang kramik. Di rumah dia mengembangkan sendiri. Kemudian tahun 77 udah melibatkan orang sini sebagai pekerja. Namanya Perusahaan Kramik Mustika Banjarnegara sampai sekarang.” ujar Suyadi (58) salah satu pengrajin Keramik Klampok Mustika. Sampai saat ini, sentra keramik klampok telah memproduksi berbagai kerajinan keramik yang mampu dikirim ke luar kota maupun ke luar negeri.

Salah satu proses pembuatan keramik Klampok (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.
Pembentukan badan teko oleh pengrajin keramik, Suwaryanto (40) (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.
Proses pelubangan teko Saminem (66) (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.
Pengamplasan teko dan pembersihan debu oleh Suyadi (58) (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.
Pewarnaan teko (21/11)-Regina Dewitri/LPM Kentingan.

Penulis dan Fotografer: Regina Dewitri/LPM Kentingan

Editor Foto: Khalifah Imam Ali/LPM Kentingan