Ini adalah pengalaman pertama saya mendatangi sebuah acara kampanye politik, lebih tepatnya acara deklarasi pemenangan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden RI.

 

SAYA SENGAJA datang terlambat. Satu jam lebih lambat dari waktu yang tertera di undangan, saya baru tiba di Graha Wisata Niaga, Solo. Namun acara belum dimulai. Kendati demikian, Graha Wisata Niaga pagi itu sudah penuh oleh orang-orang separuh baya yang mengenakan pakaian putih dan merah. Sabtu, 29 Januari 2019 saya menghadiri acara bertajuk Deklarasi Dukungan Alumni UNS untuk Jokowi-Amin.

 

Melihat perawakan para tamu, saya sempat mengklaim kalau saya adalah tamu termuda yang hadir. Tapi setelah saya melihat sekeliling, terlihat para ibu menggandeng anak-anak mereka. Saya sedikit lega. Terlebih, lagu Meraih Bintang yang dinyanyikan oleh Via Vallen berdendang. “Yo-yo ayo!”

 

Ini merupakan agenda yang diselenggarakan oleh perkumpulan Alumni UNS yang tergabung dalam kelompok Jokowi Sebelas Maret (JoSmart). Seperti namanya, acara ini bertujuan sebagai penyampaian dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang maju sebagai pasangan capres-cawapres pemilu 2019.

 

Sebelumnya, saya telah membaca beberapa berita terkait acara ini. Dilansir dari Inews.id (9/1), Ketua Relawan JoSmart Solo, Raya Harry Prasetyo menyatakan bahwa pemilihan Solo sebagai kota pertama deklarasi JoSmart karena Solo memiliki nilai historis. “Solo sebagai tempat asal Jokowi dan UNS, sehingga kami terpanggil untuk menggalang kemenangan pasangan 01 di Solo Raya dengan target di atas 80 persen,” ungkapnya. Pada 12 Januari 2019, Alumni Universitas Indonesia juga mengadakan acara senada. Di sisi lain, kelompok yang menamakan diri Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia mengaku akan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

 

Pelataran Graha Wisata Niaga sudah terisi puluhan kursi tambahan sebagai bentuk antisipasi kalau tamu membludak. Di depan pintu masuk gedung, panitia menempatkan tempat untuk berfoto. Tempat itu berupa becak yang dinaiki oleh figur Jokowi-Ma’ruf Amin, serta pose Jokowi yang sedang menaiki motor dengan jaket denim a la Dilan 1990. Tak jauh dari sana, ada hamparan kain putih yang terbentang di atas meja yang dipenuhi tanda tangan dengan spidol dengan warna biru dan hitam. Pada bagian tembok, tertulis MMT bertulisan Deklarasi Komitmen Dukungan Jokowi-Amin. Ya, benar, komitmen.

 

Acara ini turut pula mengundang beberapa tokoh nasional, di antaranya Moeldoko, Akbar Tanjung dan Yusuf Mansur. Meski bertuliskan Deklarasi Dukungan Alumni UNS untuk Jokowi-Amin, namun tamu-tamu yang datang tak hanya alumni UNS. Seturut dengan ucapan pembawa acara, mereka ada yang merupakan alumni UGM, ITB, bahkan UI.

 

Sepanjang acara, saya tidak begitu memperhatikan ucapan para pembawa acara dan pengisi acara. Satu-satunya momen yang membuat saya berdiri adalah ketika para tamu diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Itupun karena ada Voca Erudita UNS yang turut mengisi acara. Sisanya, saya sibuk mengobrol dengan tamu yang ada di sebelah saya.

 

Namanya Sri Murtini. Dia mencurahkan isi hatinya menyoal anaknya yang ternyata memiliki pilihan politik yang berbeda dengan dirinya. “Saya dan anak saya kan gini mbak” katanya, ia berhenti sejenak, lantas melanjutkan “Dia kemarin ikut yang alumni 212 itu. Tapi ya ngga papa beda yang penting ngomongnya yang baik. Ngga usah jelek-jelekin” lanjutnya.

 

Sisanya, saya fokus membalasi pesan yang masuk lewat Whatsapp. Saya memang sengaja memilih tempat duduk paling belakang jadi tak bisa mendengar ucapan Moeldoko dan Akbar Tanjung. Tiba- tiba saja semua tamu sudah tepuk tangan, tanda bahwa pidato sudah berakhir. Namun saat giliran Yusuf Mansur ke atas panggung, semua diam dan mendengarkan dengan seksama. Begitu pula saya yang menyimak ia berkisah tentang Nabi Sulaiman.

 

Acara lalu berakhir pada pukul dua belas siang dengan sambutan gerimis di luar ruangan. Setelah acara selesai, saya membawa pulang sepaket kaus, pin, beberapa tulisan, dan pernak-pernik lain. Kaus bergambar wajah Jokowi-Ma’ruf Amin ini semata adalah permintaan khusus dari saudara saya yang berada 538,8 kilometer jauhnya dari kota Solo. Karena preferensi politiknya, saya diminta untuk menghadiri acara ini hanya untuk mendapatkan kaus pemenangan untuknya. Ya, tak apalah, yang penting saya dapat camilan dan makan siang.[]

 

Catatan Tambahan (27/1) 

Acara ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh kelompok JoSmart, alumni-alumni UNS yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebelumnya, alumni-alumni UNS yang tergabung dalam kelompok Alumni Sebelas Maret Prabowo Sandi (Smart Padi) telah mendeklarasikan dukungan terhadap paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.[*]

 

Penulis: Nun Fatimarahim

Editor: Adhy Nugroho