Sutradara: Tony Kaye

Pemeran: Edward Norton, Edward Furlong, Fairuza Balk, Stacy Keach, Ethan Gould

Durasi:119 menit

Produksi: Pixar Animated Studios

Representasi sederhana sebuah ideologi paling “benar”, berhadapan dengan perkembangan sosial dan budaya di Amerika. Itulah yang terjadi dalam kehidupan Danny (Edward Furlong), murid sekolah menengah atas di Venice Beach, sebuah kota kecil dengan kumpulan geng antar ras yang merebak. Skin head adalah bendera Danny yang terpengaruh dari buku Mein Kampf, ajaran dari Adolf Hitler. Kelompok ini adalah orang kulit putih dan protestan yang bersikap keras bahwa ras lain tidak pantas untuk tinggal di Amerika. Mereka tidak segan menyerang kelompok lain yang mereka anggap sebagai penyebab kemiskinan di Amerika. Namun, saat kelompok ini semakin besar, sang calon pemimpin yaitu kakak Danny, Derek (Edward Norton), harus menunggu 3 tahun di penjara karena membunuh dua orang kulit hitam.

Kisah bermula dari Dr. Sweeny, guru sejarah Danny, memberi tugas untuk membuat paper tentangDerek. Isinya menganalisa semua kejadian yang dialami Derek selama di penjara dan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan kontemporer Amerika. Di hari yang sama, Derek keluar dari penjara dengan harapan besar sebagai pemimpin baru. Namun, harapan itu sirna setelah Derek berubah 180 derajat sebagai orang yang berbeda. Orang yang telah membangun geng sekaligus calon pemimpin itu kini datang untuk pergi. Kepulangannya ke dalam kelompok adalah perpisahan. Kini, hal baru harus dihadapi Derek, merubah Danny untuk tidak ikut ke dalam bekas kelompoknya sekaligus menghindari ancaman yang datang.

Manusia baru

Kepulangan Derek merupakan titik balik dari film ini. Berawal dari kebencian saat dia hancur setelah ayahnya terbunuh oleh orang kullit hitam. Geng pun mengambil alih peran pada diri remaja ini. Masuknya ideologi hasilkan jurang yang tak mau mengerti siapa, dimana dan apa selain saya. Saat Derek pergi sebagai orang yang dipuja, dia malah kembali sebagai penghianat yang tentu saja akan menghancurkan geng. Disini, Edward Norton mencoba meneror dengan aksi yang “jahat” namun dibayar lunas saat memainkan peran manusia baru. Cerita dramatis yang berkutat dengan kehilangan ini tampil apik dengan konsep gambar hitam putih saat flash back.

Nation of Immigrants coba ditonjolkan oleh sutradara Tony Kaye dengan latar kondisi Amerika dengan keberagaman suku, ras, dan agama. Ideologi yang beragam sudah sewajarnya akan saling berbenturan. Pemilihan skin head mewakil orang kulit putih dan protestan sebagai pemilik asli tanah Amerika dikemas apik dengan dialog yang provokatif. Permusuhan dengan ras dan bangsa lain merupakan isu utama. Selain itu, permasalahan keluarga juga menjadi sorotan serius dimana kondisi sosial ini menjadi dampak terbentuknya sikap primordialisme.

Menonton film ini akan sering menelan ludah. Di satu sisi penonton akan dibawa kepada sikap “marah”, namun di sisi lain penonton akan “kasihan” melihat sesuatu yang berubah menjadi baik tapi tetap tidak akan bisa lepas dari masa lalu. Derek yang terkenal dan dimusuhi di luar, di dalam penjara dia adalah minoritas. Selalu ada ancaman yang menunggu dan dia tunggu. Namun, hari itu tidak pernah datang. Sebuah kemarahan yang tidak akan pernah dipahami oleh manusia. Begitu pula saat melepaskan kemarahan kepada hal yang diyakini benar.

Film ini adalah paper berjudul American History X. Dannyberkesimpulan bahwa hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan kemarahan, kebencian memupuk dendam, dan hal itu tidak sepadan.

( Inang )