(Fera Safitri)

Surakarta, lpmkentingan.com – Ratusan mahasiswa baru (maru) 2016 dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) memadati gedung Pusdiklat Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (31/5). Mereka tengah menjalani tahapan registrasi ulang yang dilakukan di lantai dua gedung tersebut.

Pada hari sebelumnya, Senin (30/5), para maru juga telah menjalani tahapan lainnya, yakni wawancara kesehatan yang dilakukan di tempat yang sama. Dalam menjalani serangkaian tahapan ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk mahasiswa S1 Sosial Humaniora (SosHum) berlokasi di Gedung Pusdiklat UNS, mahasiswa S1 Saintek dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berlokasi di Fakultas Kedokteran sedangkan untuk mahasiswa D3 berlokasi di gedung LPPM UNS. Berdasarkan data yang dilansir dari Solopos Kamis (26/5), UNS menerima total 2.498 mahasiswa baru dari jalur SNMPTN 2016.

Tak hanya maru, para orangtua yang mengantarkan mereka turut andil dalam meramaikan lokasi-lokasi registrasi ulang ini. Emperan gedung Pusdiklat bahkan tampak dipenuhi oleh para orang tua yang tengah menunggu anak mereka. Para orangtua memang tak diperbolehkan untuk ikut masuk melainkan hanya diperbolehkan menunggu di ruangan lain. Bagi yang berlokasi di gedung Pusdiklat, para orang tua menunggu di lantai satu pusdiklat, meskipun masih banyak yang memilih untuk menunggu di luar gedung. Sedangkan bagi yang berlokasi di gedung LPPM UNS dan Fakultas Kedokteran UNS, para orangtua berjejer tak karuan di halaman gedung.

“Saya antar [anak saya] dan saya tungguin, soalnya enggak tega rumahnya jauh,” ujar Wahyu, salah satu orang tua mahasiswa asal Pekalongan. Berbeda dengan Wahyu, orangtua mahasiswa lain asal Wonogiri, Suwardi mengaku mengantarkan putrinya karena diminta oleh sang putri. “Dia nggak berani katanya.”

Para maru 2016 dari jalur SNMPTN ini baru akan keluar dari ruangan setelah proses registrasi semua mahasiswa baru di lokasi tersebut selesai. “Ini kebijakan dari kampus sih, kalau semuanya belum selesai belum boleh keluar gedung dulu. Kalo ada keperluan makan atau nge-print atau lain-lain nanti diurusin sama kakak asuh dari BEM,” ujar Yogi, salah seorang anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terlibat langsug dalam kegiatan tersebut.

Meskipun tidak terlalu mengganggu, beberapa anggota BEM cukup menyayangkan banyaknya orangtua mahasiswa yang datang ke lokasi registrasi ulang tersebut. “Mengganggunya ya kalo ada orangtua yang pengin masuk ke ruangan atau mau nganterin makanan ke anaknya. Tapi ya, mau gimana lagi kita enggak bisa berbuat apa-apa. Kita sebenernya mengharapkan bagi mahasiswa yang rumahnya tidak terlalu jauh dan dalam keadaan sehat untuk datang ke lokasi sendiri. Kasihan kan orangtuanya yang nunggu,” ujar anggota BEM lainnya, Fauzan.[]

(Foto: Panji Satrio)