Indira Nurul Qomariah (21), mahasiswa jurusan Biologi, FMIPA UNS ini resmi dinyatakan sebagai duta lingkungan hidup oleh US Embassy (Kedutaan Besar Amerika) pada 30 Maret 2015. Ia adalah satu-satunya mahasiswa UNS yang lolos dalam ajang bergengsi Youth South East Asia Leadership Insiative (YSEALI).

YSEALI merupakan program pelatihan kepemimpinan bagi pemuda-pemudi di Asia Tenggara. Dengan mengusung tema berbeda tiap tahunnya, kali ini YSEALI hadir dengan visi Generation Earth. Dalam ajang bergengsi ini, hanya delapan orang termasuk Indira yang berhasil lolos untuk mewakili Indonesia. Nantinya kedelapan orang ini akan menjalani pelatihan selama satu minggu bersama peserta dari negara-negara lain di Kamboja.

Dengan latar belakang biologi, didukung dengan pengalaman pengabdiannya di Center for Orangutan Protection (COP) dan Solo Berkebun Indira sukses memaparkan gagasan dalam esai menyoal food-waste (sampah berupa makanan sisa) yang banyak diproduksi di restoran dan rumah makan di Indonesia. Esai inilah yang mengantarkan dirinya ke Kamboja, pada 21 April 2015 sekaligus dikukuhkan menjadi duta lingkungan hidup di sana.

“Sepertiga makanan yang diolah tersisa, terbuang menjadi food-waste, selanjutnya menimbulkan masalah bagi lingkungan dan sosial-ekonomi. Sampah, merupakan suatu keniscayaan dari makanan yang sia-sia. Lebih jauh lagi, food-waste mencerminkan kesenjangan sosaial, di mana pada satu tempat makanan dibuang-buang, sedangkan di tempat lain banyak ditemui kasus kelaparan,” terang Indira.

Sayangnya, kabar gembira ini kurang mendapat apresiasi dari pihak birokrasi kampus. “Mereka (birokrasi kampus -red) hanya sekadar menanggapi ‘oh, ke Kamboja? baguslah.’Jadi nggak ada apresiasi lebih jauh. Setidaknya ada vandel atau apa untuk kenang-kenangan YSEALI,” kenangnya saat diwawancarai di fakultasnya, Kamis (16/4) lalu. (Dita)