lpmkentingan.com–“Sudah saatnya kita sebagai kaum muslimin tidak hanya mempelajari seorang JM Keynes. Mulailah meneladani tokoh Islam seperti Ibnu Khaldun yang lebih pantas dan layak untuk diteladani sebagai sesama umat muslim,” jelas Muhammad Qobidl’ainul A. S.IP, MA, Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Sebelas Maret (UNS) spesialis Politik Islam dan Timur Tengah. Dosen ini menjadi salah satu pembicara dalam talkshow Ibnu Khaldun “Mengupas Zaman Politik Islam Dalam Perkembangan Zaman” yang diadakan oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (LKI FISIP) UNS pada Kamis (14/5).

Bertempat di Aula FISIP UNS, talkshow ini merupakan salah satu rangkaian agenda Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT), yakni program terbesar dari Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa (JN UKMI) UNS. Setiap fakultas mengadakan acara-acara seperti talkshow, seminar, atau expo bertema islami.

“Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) sendiri tinggal melaksanakan dengan sekreatif mungkin. JN UKMI yang mengoordinir,” ujar Muhammad Natsir selaku ketua panitia. Selain Muhammad Qobidl’ainul, H. Sugeng Riyanto, SS, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Surakarta, juga menjadi pembicara dalam acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini.

Talkshow tersebut juga menjelaskan sedikit riwayat Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami, atau Ibnu Khaldun yang merupakan sejarawan muslim dari Tunisia. Penulis karya “Muqaddimah (Pendahuluan)” ini lahir pada 27 Mei 1332 dan sering disebut sebagai pendiri ilmu historiografi, sosiologi, dan ekonomi.

“Kami adalah LDF yang bersinggungan dengan politik, sama seperti nama fakultas kami, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,”ujar Natsir saat ditemui di kediamannya di daerah Gulon, Jebres. (Gilar)