lpmkentingan.com—Pianis kelas dunia asal Indonesia, Ary Sutedja tampil dalam konser piano bertajuk “Suara, Cahaya, Warna” pada Selasa (10/11). Bertempat di Pendopo Balaikota Surakarta, konser ini diselenggarakan oleh JakArt yang bekerjasama dengan Pemkot Surakarta, Panitia Bulan Sura Bulan Kebudayaan, Mitra Museum, Padepokan Lemah Putih, dan Komunitas Mataya.

Dalam konser ini penonton disuguhkan beberapa karya seniman Eropa, seperti Mozart, Edward Grieg, JS Bach, Manos Hadjidakis, Cole Porter, dan Sergei Rachmaninoff. Selain itu, konser piano tersebut juga menampilkan karya musisi Indonesia seperti Jaya Suprana, Mochtar Embut, Harry Singgih, dan Ismail Marzuki. Tak hanya Ary Sutedja, konser ini turut dimeriahkan oleh Devie Liana, Hery Sunarta, Priscillya Carlla, dan Reza Sjarfi.

Berbeda dengan konser pada umumnya, selain permainan musik seperti piano, biola, dan vokal, penonton juga dimanjakan dengan pameran lukisan karya Mikhail Heocles David, almarhum dari Ary Sutedja. Lukisan-lukisan yang dipamerkan merupakan karya Mikhail yang dilukis antara tahun 2006-2013 dalam perjalanan “ASAH Tur Memeluk Indonesia” di Kota Banyuwangi, Sangatta, Nagekeo, Lampung, Solo, Masohi, Jember, Maumure, dan Medan. Selain menambah nilai artistik dalam konser, lukisan-lukisan tersebut sekaligus menjadi pembatas antara penonton dengan panggung, sehingga penonton tidak bisa melihat secara jelas pemain yang beraksi di panggung.

“Karena saya ingin penonton kosentrasi pada suara. Kalau ngeliat orangnya kan nanti yang diliat orangnya, bajunya, konsentrasinya penonton itu akan kemana-mana gitu lho. Tidak penting siapa yang main sebetulnya. Tidak penting. Karena sebenarnya kita terlalu banyak mendengarkan suara-suara yang buat saya kadang-kadang polusi juga ya. Saya ingin penonton mendengarkan dengan hati, dengan jiwa,”papar Ari Sutedja saat ditemui usai acara. (Rofi’ah)