Oleh: Satya Adhi

 

SALURANSEBELAS.COM tiba di Taman Cerdas sekira satu setengah jam usai azan asar berkumandang. Katanya, bakal ada konferensi pers dari partai Daun Muda, sebagai partai baru yang akan unjuk gigi di Pemilihan Umum (Pemilu) Mahasiswa 2016. Ini diperkuat dengan spanduk berwarna hitam-hijau berhiaskan logo partai yang terpasang di depan ruangan. Tulisannya: Press Conference. Berarti saluransebelas.com tidak salah alamat.

 

Konferensi pers lantas dimulai pukul 16.45 WIB. Sepuluh anggota partai duduk di depan. Paling tengah ada Ketua Partai Daun Muda, Isnatin Khusna. Di sebelah kanannya, duduk Sekretaris Jenderal Partai, Waskita Cahya Subekti. Nampak juga Calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Govinda Pramudya Tama dan Calon Wakil Presiden BEM, Putra Ardi Ightiarudin. Sisanya adalah para calon legislatif.

 

Partai Daun Muda sebenarnya telah mendaftarkan diri di Pemilu Mahasiswa 2015. Hanya saja, ketidaklengkapan berkas membuatnya urung ikut serta tahun lalu. “Kami ingin menyegarkan iklim demokrasi kampus,” kata Isnatin. Ia lantas menyampaikan visi dan misi partai.

 

Usai Isnatin berpidato, saluransebelas.com menantikan sesi tanya jawab antara penyelenggara konferensi pers dan wartawan. Ya, seperti konferensi pers-konferensi pers pada umumnya. Eh, yang ada malah acara Serap Aspirasi. Peserta konferensi pers – walau mayoritas tidak berasal dari pers – menyampaikan aspirasinya tentang kampus UNS kepada jajaran anggota partai. Ada yang mengeluhkan fasilitas di kampus wilayah, ada yang mempertanyakan kinerja BEM selama ini, dan lain-lain.

 

“Saya ingin mendengar suara dari yang datang paling awal, nih,” kata pembawa acara mempersilakan saluransebelas.com menyampaikan aspirasinya.

 

“Kami dari tadi menunggu sesi tanya jawab yang biasanya ada di setiap konferensi pers. Ternyata yang ada malah Serap Aspirasi. Tapi sebagai jurnalis kampus, kami mau bertanya sajalah,” kata saluransebelas.com.

 

“Pertama, apakah secara formal partai Daun Muda mewakili salah satu organisasi eksternal kampus? Yang kedua, apa strategi khusus capres dan cawapres BEM untuk menghadapi Pemilu?” lanjut saluransebelas.com. Pasalnya, di Pemilu Mahasiswa kali ini Govinda-Putra harus menghadapi Wildan-Iqbal yang didukung koalisi tiga partai sekaligus.

 

Untuk pertanyaan pertama, Isnatin menegaskan bahwa secara formal partai Daun Muda tidak mewakili organisasi eksternal tertentu. Sementara Govinda enggan membeberkan strategi khusunya dalam Pemilu Mahasiswa tahun ini. “Kami pasti ada strategi khusus, tapi tidak bisa kami sampaikan ke publik,” katanya.

 

 

SELURUH hadirin dan jajaran partai berdiri. Saluransebelas.com memilih duduk saja. Isnatin Khusna lantas melafalkan deklarasi UNS Berprestasi lewat mikrofon di hadapan puluhan mahasiswa. Inti deklarasinya: Bersinergi untuk menjadikan UNS lebih baik.

 

Satu per satu perwakilan elemen mahasiswa diundang ke depan untuk menandatangani deklarasi. Perwakilan organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, komunitas daerah, semuanya diundang ke depan. Saluransebelas.com deg-deg-an. Apa yang harus dilakukan? Masa perwakilan media harus ikut menandatangani deklarasi yang diadakan salah satu partai politik, dalam masa kampanye pula?

 

Isnatin melanjutkan penyebutan nama elemen mahasiswa untuk maju ke depan. “LPM Kentingan, tolong maju ke depan untuk menandatangani deklarasi.”

 

Isnatin masih menanti perwakilan LPM Kentingan. Tapi keputusan sudah bulat dibuat.

 

Tidak ada satu pun perwakilan LPM Kentingan yang maju.[]