Saluransebelas – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan Seminar Nasional Literasi Digital dengan tema “Lini Masa Damai, Pemilu Asik” di Auditorium UNS (27/3). Tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk menyukseskan Pemilu 2019 yang damai dan asik.

 

Slamet Santoso, perwakilan Kominfo, menyampaikan bahwa 60% penduduk Indonesia merupakan pengguna internet dan 50% pengguna internet berusia 19-24 tahun. Menurutnya, hal ini berpotensi besar terhadap kebermanfaatan internet untuk bangsa Indonesia.

 

“Semua orang dapat mengakses internet, namun tidak semua orang dapat menggunakannya.” Jelas Slamet. Ia berpesan agar kita dapat menggunakan internet dengan bijak, kreatif, dan produktif.

 

Di sisi lain, banyaknya pengguna internet di Indonesia juga memicu banyaknya konten hoaks khususnya dalam bidang politik. Dalam kesempatan tersebut, Slamet menyampaikan tiga etika bermedia sosial.

 

Pertama, tidak melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE). Kedua, tidak memposting sesuatu yang bersifat privat. Hal ini dikarenakan sesuatu yang telah diposting di media sosial dapat dilihat oleh banyak orang dan dapat menimbulkan kejahatan yang tak terduga. Ketiga, think before posting. Jangan membagikan sesuatu sebelum mengetahui kebenarannya.

 

Selain menghadirkan perwakilan dari Kominfo, acara ini turut menghadirkan pembicara lain yakni Pangeran Siahaan, pekerja media yang bertindak sebagai moderator, dan Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, dekan FISIP UNS.

 

Dalam kesempatan ini, Ismi memaparkan elemen-lemen digital literacy sebagai syarat dalam menjalani kehidupan di ruang digital.

 

Pertama adalah Information Literacy. Ini merupakan rangkaian tahapan mencari, menginterpretasi, mengevaluasi, mengatur, dan membagi informasi. Kedua Digital Scholarship yang merupakan bentuk keterlibatan kita dalam pengembangan bidang akademis dan penelitian di media digital. Selanjutnya adalah Learning Skill. Ini merupakan cara kita belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Sedangkan ICT Literacy merupakan kemampuan kita untuk mengadaptasi, mengadopsi, dan menggunakan media di era digital.

 

Di sisi lain, menurut Ismi masyarakat juga perlu untuk mengetahui Communication and Collaboration yang mana merupakan upaya komunikasi kolaboratif masyarakat. Yang terakhir Ismi menjelaskan mengenai Media Literacy. Media Literacy merupakan salah satu kemampuan untuk membaca secara kritis dan kreatif dan membangun komunikasi yang professional di media.

 

“Jadilah pengguna dan pemanfaat terkait dengan digital yang bertanggung jawab.” Pesan Ismi.[]

 

Reporter: Umi Wakhidah

Editor: Adhy Nugroho