Solo – (23/8) Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU) hari ketiga di Fakultas Hukum (FH) diwarnai aksi protes dari panitia OSMARU terhadap pihak dekanat. Pada Kamis (22/8) sejumlah massa dari panitia berkumpul dan berorasi di depan gedung II FH. Mereka mempertanyakan, sikap dekanat yang dinilai terlalu memberikan intervensi.

“Aksi ini ibaratnya puncak dari protes panitia tehadap dekanat yang dianggap terlalu ikut campur dalam penyelenggaraan OSMARU. Panitia sayangkan adalah dari pihak dekanat yang memibidangi kepanitiaan terlalu ikut campur. Ikut campur berlebih itu misalnya dalam hal pendanaan yang dipersulit, masalah tugas, bahkan masalah konsep acara yang sudah matang harus berubah secara mendadak.” Ujar Novan, salah satu panitia yang ikut melakukan aksi.

Sebelumnya, pada hari pertama pelaksanaan OSMARU berjalan lancar tanpa adanya tugas untuk peserta. Lalu, pada hari kedua pihak FH mendatangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pada hari kedua inilah, Pembantu Dekan (PD) III muncul di hadapan mahasiswa baru dan membagikan nomor hp-nya kepada peserta OSMARU. Setelah membagikan nomor hp, PD III berpesan bahwa berdasarkan instruksi Pembantu Rektor (PR) III, dalam pelaksanaan OSMARU kali ini tidak akan ada pemberian tugas dalam bentuk apa pun, jika ternyata terdapat pemberian tugas, beliau (PD III) meminta mahasiswa baru untuk menghubunginya.

Kejadian di hari kedua pelaksanaan OSMARU inilah yang membuat panitia melakukan aksi di depan gedung II pada Kamis (22/8). Pasalnya, panitia merasa dilancangi oleh pihak dekanat lantaran tidak ada kesepakatan sebelumnya antara pihak dekanat dan panitia mengenai ketiadaan tugas, dan isi pidato dari PD III tersebut. Selain itu, di lain sisi juga panitia telah merancang konsep acara dirasa matang beserta tugas-tugas untuk mahasiswa baru yang dirasa tidak memberatkan dan masih berdasar pada Surat Keputusan (SK) Rektor. (Puput)