Surakarta (20/11) – Massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Kamis (20/11) siang. Aksi tersebut dimulai dari taman Sriwedari dan berakhir di depan balaikota Surakarta.

Aksi tersebut diawali dengan long march dari Taman Sriwedari menuju Bundaran Gladag. Terhitung belasan elemen, baik dari mahasiswa maupun masyarakat ikut serta dalam aksi tersebut.

Massa lalu melakukan aksi bakar ban serta mengalungkan spanduk berisi peryataan menolak kenaikkan harga BBM di patung Slamet Riyadi.

“Tidak ada pilihan lain, kita harus lawan dan lawan,” tegas koordinator umum aksi, Arip Budhi Hermawan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pun turut serta dalam aksi tersebut. Di dalam orasinya, Presiden BEM UNS, Siswandi menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat Solo menolak kenaikkan harga BBM.

“Jangan salahkan jika hari ini para mahasiswa meninggalkan bangku kuliah, para petani tidak lagi pergi ke ladang, dan para karyawan tidak lagi pergi bekerja. Semuanya turun untuk menolak kenaikkan harga BBM,” ungkap Siswandi.

Massa kemudian melanjutkan unjuk rasa ke depan Balaikota Surakarta. Mereka melakukan aksi penyegelan gerbang balaikota sebagai bentuk protes atas diamnya pemerintah Surakarta terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang dianggap memberatkan rakyat.

Tuntut Delapan Hal

Di dalam unjuk rasa yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, massa mengajak seluruh elemen di wilayah nusantara untuk menyatakan sikap menuntut delapan hal dari pemerintah, yakni membatalkan kenaikkan harga BBM bersubsidi, membubarkan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, merevitalisasi pengelolaan migas, memberantas mafia migas, nasionalisasi aset untuk sector migas, mengembalikan pasal 33 UUD 1945 sebelum amandemen, menolak intervensi asing di sektor migas, serta mencabut UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas. Meski mendapatkan pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian, unjuk rasa ini sempat menyebabkan kemacetan sepanjang jalan Slamet Riyadi hingga balaikota. Aksi ini juga merupakan lanjutan dari aksi yang digelar pada Selasa (18/11), dan tidak menutup kemungkinan aksi lanjutan akan terus berlangsung. (Ilham, Satya)