Artis: Stray Kids

Album: I AM Series: I AM WHO

Rilis: 2018

Produser: Han (3RACHA). Changbin (3RACHA), Bangchan (3RACHA)

Pernahkah terlintas dalam benak, “Siapa aku ini sebenarnya?”. Pertanyaan ini mungkin tanpa sadar pernah terpikirkan dalam benak, terutama di usia remaja menuju dewasa, usia yang penuh gelora akan pembuktian diri pada dunia, usia yang orang pikir hanya berisi tentang pahit manis percintaan. Namun apa yang ingin kau buktikan? Bagaimana kau membuktikannya?

I am who? I am what? What’s the reason of my real existence

(Aku siapa? Aku apa? Apa alasan keberadaanku yang sebenarnya?)

Dalam mini album bertajuk “I AM WHO” inilah Stray Kids mengutarakan isi hati para remaja yang tak hanya berotasi tentang dunia romansa, namun juga berambisi pada pencarian dan pembuktian jati diri serta pencapaian mimpi. Segala keluh kesah akan pahitnya kehidupan yang hanya dapat dipendam, Stray Kids menyampaikannya pada dunia melalui lagunya. Hasil karya mandiri kesembilan member ini seakan memberitahu bahwa kalian tidak sendiri, kita semua juga tengah berjuang, kita semua juga melalui masa-masa sulit itu, dan kita akan melewati semua bersama.

Voice, voice

(Suara, suara)

Geolowo deudgi silh-eo

(Saya tak mau mendengarkannya)

Noise, Noise

(Bising, bising)

Dalam suatu perjuangan, sudah menjadi tradisi bahwa rintangan atau cobaan akan selalu mengikuti. Segala hal yang akan membuat diri merasa jatuh, putus asa, dan menyerah pada kejamnya dunia. Salah satunya adalah “hinaan”, sebuah suara yang akan terus datang dan mengikis kepercayaan diri para pejuang mimpi. Stray Kids menyuarakan salah satu kerikil kehidupan itu dalam lagu berjudul “Voices”. Segala luapan emosi yang banyak orang hanya sanggup pendam sendirian, mereka ungkapkan dalam lirik dari lagu tersebut.

Deo isangeun deudgi sirheun chagaun moksori gwireul magado

(Aku tak ingin lagi mendengarkan suara dinginmu bahkan dengan telingaku yang tertutup)

Amureon soyong eopsi ttagaun siseondeuri nae apeul garamakjyo

(Semuanya tidak berguna, semua tatapan kekecewaan didepanku adalah sebuah halangan)

Tak hanya melalui lirik lagu serta vokalisasi, Boy Group asal Korea Selatan yang baru menginjak usia dua tahun ini juga menumpahkan segala emosi yang ingin mereka tunjukan pada dunia melalui rap dan lihai gerakan tubuh atau dance (koreografi). Power rap yang menggebu dan kuat seiring dengan bertambahnya beat dalam musik seakan memberi tahu perasaan marah serta sesak yang membuncah dalam hati ketika mendengarkan segala hinaan maupun cacian. Gerakan dance yang kuat juga mereka tunjukan dalam musik video lagu ini ketika memasuki bagian rap, semakin memperkuat emosi yang ingin mereka tuangkan tersebut.

No more, no more, nareul bakkwo noheuryeo haji ma

(Tidak lagi, tidak lagi, jangan coba-coba mengubah diriku)

No voice, no voice, nal deoneun eojireobke haji ma

(Tak ada suara, tak ada suara, jangan lagi membuatkan bingung)

Ya jabsaenggakeun da jibeochiwo da ne meotdaero hae

(Ya, singkirkan segala pikiran burukmu, lakukan sesuai keinginanmu)

Ya sokjima neodo anin geon aljanha jebal ne meotdaero hae

(Ya, jangan terkecoh, kau tau itu bukanlah dirimu, tolong lakukan apa yang kau inginkan)

Ijen keumanhaaejwo jebal, swibke saenggakhallae nan

(Tolong berhenti sekarang, aku akan berpikir dengan mudah)

Modu sinkyeong sseul pilyoneun eopseuika

(Karena aku tak perlu khawatirkan apapun)

There’s so many voices

(Disini terlalu banyak suara)

Salah satu part dalam lagu “Voices” tersebut seakan menunjukkan keputus asaan dan perasaan lelah saat menerima segala hujatan, digambarkan melalui vokal yang rendah dan koreografi berlutut serta menutup telinga. Namun kemudian dihantam dengan power rap dan beat yang menunjukkan motivasi diri dan semangat untuk membungkam semua suara menyakitkan itu dengan prestasi dan pembuktian diri.

Tak hanya “Voices”, lagu lain dalam mini album I AM WHO, yakni WHO?, My Pace, Question, Insomnia, M.I.A. (Missing In Action), dan Awkward Silence begitu menggambarkan gelora masa muda yang tak melulu berputar dalam adegan romansa. Menunjukkan bahwa hati kami, perasaan kami juga dipenuhi kekhawatiran dan perjuangan demi sebuah mimpi serta masa depan, tak hanya berkelut dalam dunia merah jambu. Kesedihan kami tak hanya tentang kehilangan pasangan, namun juga tentang kecemasan dalam pencarian tujuan hidup dan jati diri.

“Ada berbagai emosi yang bisa dirasakan dalam rentang usia kita. Jadi kami mencoba memasukkan sebanyak mungkin emosi itu. Saya pikir dalam emosi itu, kalian pasti bisa merasakan energi kami dalam lagu-lagu tersebut,” jelas Han tentang I AM WHO dalam video berjudul Stay Kids [Intro: I am WHO] Episode 01. []

 

Zulfa Afifah

 

 


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/saluransebelas/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 111