Seribuan anak TPA mengikuti lomba karnaval cita-cita yang digelar oleh LKI FISIP UNS. (foto dok. Pantia)

Seribuan anak TPA mengikuti lomba karnaval cita-cita yang digelar oleh LKI FISIP UNS, Minggu (18/5). (foto dok. Pantia)

Hari masih pagi ketika seribuan anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) mendatangi depan gedung SPMB Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Minggu (18/5). Anak-anak ini datang bersama para pembina TPA dan beberapa orang tua. Menggunakan berbagai kendaraan, motor, mobil, minibus, truk, dan lainnya, mereka bermaksud menghadiri acara Islamic Kids Festival  yang digelar oleh Lembaga Kegiatan Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (LKI FISIP) UNS dan Lembaga Koordinasi Gerakan (LKG) TPQ Solo Raya. Kegiatan yang bertajuk 1000 Senyum Anak TPA ini terdiri atas dua acara inti, yakni “Lomba Karnaval TPA” dan “Ustadz Mendongeng”.

Berbaris di depan gedung rektorat UNS, seribuan santri TPA ini berjajar hingga mencapai Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS. Setelah pembukaan acara berupa pemotongan pita oleh Ketua Umum LKI, Ardyan Gilang Ramadhan (20), anak-anak ini berkarnaval menuju Masjid Nurul Huda (NH) UNS. Mereka melalui rektorat-UPTP2B-FEB-FISIP-FH-Pasca Sarjana-Masjid NH. Sepanjang rute, para peserta ini memeriahkan karnaval dengan berbagai kostum yang merepresentasikan cita-cita mereka. Tak ketinggalan, yel-yel dan tabuhan alat musik pun turut meramaikan arak-arakan yang sekaligus menarik perhatian para pengunjung kampus UNS di hari Minggu.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud apresiasi mahasiswa UNS dalam pemberdayaan masyarakat, terutama dalam hal pemdidikan Alquran. Selain itu, juga sebagai dukungan terhadap program Solo Kota Layak Anak,” ujar Addin Hanifa (19), ketua panitia Islamic Kids Festival.

Addin juga mengakui bahwa acara ini bertujuan mengajak anak-anak TPA untuk bermimpi dan berani mewujudkan mimpi mereka. Karnaval cita-cita, salah satunya, digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Salah satu peserta, Sari (6), mengaku ingin menjadi dokter, saat ditanyai tentang cita-citanya.

Sesampainya di masjid NH, anak-anak ini memenuhi selasar utama masjid guna mengikuti acara Ustadz Mendongeng. Kemeriahan acara ini semakin terasa ketika Wuntat Wawan Sembodo hadir sebagai pendongeng. Para peserta dengan antusias menyimak dongeng dari pendongeng nasional tersebut. Meskipun beberapa anak keluar dari selasar masjid, berlarian, dan bermain di pinggiran kolam, acara tetap berjalan dengan lancar. Di tengah acara, Pembantu Rektor I UNS, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D memberikan sambutan sekaligus menyerahkan satu dari dua buah sepeda yang menjadi doorprize utama dalam acara ini.

DSC_0280e

Seribuan santri TPA se-Solo Raya mengikuti acara Ustadz Mendongeng di selasar utama Masjid NH UNS, Minggu (18/5). (foto dok. Panitia)

“Acara ini keren. Pendongeng yang hadir juga sangat piawai dalam mendongeng dan menguasai suasana yang teramat ramai. Karnaval tadi juga bermanfaat sebagai sarana refreshing bagi anak-anak TPA,” tutur Silvia Khasnah (20), salah seorang pembina TPA Sentra Kegiatan Islam Fakultas Kedokteran (SKI FK) UNS.

Sorak-sorai menggema di seluruh selasar Masjid NH ketika acara beralih pada pembagian beberapa doorprize kecil dan doorprize sepeda kedua. Di akhir acara, panitia mengumumkan tiga TPA yang menjadi juara lomba karnaval. Tiga juara mendapatkan hadiah berupa piala dan uang pembinaan. TPA Rohmah, Kebakkramat, keluar sebagai juara pertama. TPA Al-Falah, Mojosongo, menyusul sebagai juara kedua, sedangkan TPA Al-Ihsan Mojosari menjadi juara ketiga.

“Semoga acara semacam ini bisa digelar di waktu yang akan datang,” ujat Lastri (47), pembina TPA Rohmah, Kebakkramat.

Lastri mengaku senang dengan adanya acara yang diperuntukka bagi anak-anak TPA ini. Ditanyai soal transportasi, Lastri mengaku bahwa ia dan para santri TPA-nya datang dengan menumpangi bus.

Kegiatan Islamic Kids Festival ini merupakan satu dari serangkaian acara Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT) 1235 H yang dihelat oleh Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Islam (JN UKMI) UNS. Secara umum, Addin mengaku puas terhadap terselenggaranya acara ini. Menurutnya, acara yang dipersiapkan dengan sangat mendadak ini bisa terselenggara lancar dan diikuti oleh peserta yang melebihi target yang semula hanya 1000 anak. Tercatat sejumlah 1400-an pendaftar sebagai peserta, di hari H terdapat 1100-an anak yang berasal dari 41 TPA se-Solo Raya. (Ain)