SOLO – Himpunan Mahasiswa Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta (FSSR UNS) kembali menggelar sebuah pameran seni. Kali ini dengan mengangkat tema industrial urban, para desainer muda ini mencoba merepresentasikan bagaimana kehidupan industri saat ini. Meningkatnya kawasan industri tak pelak membawa dampak buruk bagi lingkungan. Sebagai salah satu penggerak industri kreatif, mahasiswa desain interior mencoba menangkap fenomena tersebut dalam sebuah ruangan. Atmosfer kawasan industri dapat tercipta dalam sebuah ruang interior tanpa harus mengkambing hitamkan hal negatif dari industrial urban.

Pameran “INRARE” (Industrial Design of Craft and Furniture) dibuka pada Senin malam (27/10) di Gedung Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan oleh Dekan FSSR, Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. dengan pemotongan pita sebagai simbol.  Pameran ini diharapkan bisa memberikan pengertian kepada masyarakat tentang bagaimana cara terbaik mendesain sebuah ruangan guna memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Selain itu, diungkapkan oleh ketua jurusan Desain Interior, Anung B. Studyanto, S.Sn., M.T., pameran ini juga ditujukan sebagai ajang pembuktian kreativitas mahasiswa, alumni maupun dosen jurusan Desain Interior UNS.  Selain pameran, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop dan talkshow. Ada pula stand makanan serta minuman untuk memanjakan lidah pengunjung. Band-band indie pun turut memeriahkan acara ini.

Pameran yang akan berakhir pada Kamis (29/10) ini menampilkan beragam karya baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. Karya studi berupa nirmana, tekkom DI serta maket ikut ditampilkan dalam pameran ini. Selain menampilkan karya studi, para mahasiswa yang tergabung dalam tim karya baru pameran membuat sebuah desain interior toko bunga yang dibuat sesuai dengan konsep acara INRARE sendiri, yaitu industrial urban.

“Harapanku selanjutnya acara ini bisa diadakan rutin setiap tahun , dan dibuat lebih besar lagi dengan tema yang lebih matang.  Selain itu kita juga berjarap biar masyarakat tahu jurusan desain interior itu seperti ini dan nggak ada lagi pertanyaan “Jurusan desain interior, tuh, ngapain, sih?”” terang Deny selaku panitia kegiatan INRARE. (nis)