Poster: Disney Plus

INGAT! DUNIA BERPUTAR TIDAK HANYA UNTUKMU

Judul Film       : Sabar Ini Ujian
Sutradara        : Anggy Umbara
Produser         : Manoj Punjabi
Tahun Rilis      : 2020

 

Saya selalu bertutur kepada kawan-kawan untuk sebaiknya jangan menonton film-film produksi MD Pictures apabila genrenya bukan drama-romance. Hal ini dikarenakan MD Pictures selalu berjaya ketika merilis film-film dengan genre tersebut, misalnya saja Ayat-Ayat Cinta, Ayat- Ayat Cinta 2, Surga yang Tak Dirindukan, Surga yang Tak Dirindukan 2, Habibie & Ainun, Rudy Habibie, dan masih banyak lagi. Drama-romance termasuk salah satu genre film yang sangat dikuasai oleh MD Pictures dan saya belum pernah menjumpai MD Pictures berhasil memproduksi film yang bagus di luar genre tersebut. Sampai pada akhirnya Sabar Ini Ujian karya Anggy Umbara mematahkan anggapan itu.

Sabar Ini Ujian merupakan sebuah film dengan genre drama-comedy yang sukses membuat saya bahagia, tertawa, sekaligus sedih. Pasalnya, ini sebagai film dengan plot time-loop pertama di Indonesia yang mampu memberikan sensasi berbeda dalam menikmati akting dari para pemerannya. Film ini mengisahkan tokoh utama bernama Sabar (Vino G. Bastian) yang terpaksa menelan pil pahit ketika ia harus menghadiri pernikahan sang mantan, Astrid (Estelle Linden). Setelah keduanya menjadi sepasang kekasih sejak duduk di bangku SMA sebenarnya Sabar dan Astrid sudah bertunangan selama tiga tahun, akan tetapi hubungan tersebut kandas sebelum sampai ke pelaminan. Hal ini disebabkan oleh Sabar sendiri yang takut akan semua kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat menimpanya, seperti gagal dalam menjadi suami sekaligus sosok ayah bagi keluarganya.

Semua ketakutan itu tentu dilandasi dengan sebuah alasan bahwa pada masa kecil, Sabar memiliki sebuah kenangan pahit ketika ayahnya meninggalkan ia bersama ibunya lalu menikah dengan wanita lain. Hingga Sabar beranjak dewasa, ia belum mampu memaafkan perbuatan sang ayah. Kenangan pahit tersebut kemudian menjelma menjadi dendam dan jurang ketakutan yang membuat Sabar enggan untuk melangkah ke depan. Di balik itu semua, Sabar sebenarnya sangat mencintai dan menyayangi Astrid. Buktinya ia tak mampu melepaskannya begitu saja (baca: gagal moveon).

Babak paling seru dari film ini bermula ketika Sabar harus terbangun di tanggal yang sama, yaitu 11 April 2020 yang mana tidak lain dan tidak bukan adalah hari pernikahan Astrid. Kejadian tersebut berulang kali terjadi secara terus menerus. Ketika di malam hari ia beranjak tidur, keesokan harinya pasti selalu terbangun di hari pernikahan Astrid. Sabar telah mencoba berbagai cara untuk kembali hidup normal agar tidak terbangun di hari yang sama sehingga dapat menjalani hari-harinya seperti sedia kala.

Awalnya, Sabar mengira kejadian tersebut hanyalah prank yang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya, akan tetapi kejadian tersebut terus berulang dan membuat Sabar muak. Setelah beberapa kali terbangun di hari yang sama, Sabar kemudian berasumsi bahwa semua kejadian ini ditakdirkan untuknya agar ia dapat menggagalkan pernikahan Astrid. Sabar berpikir bahwa hanya dirinya yang benar-benar menyayangi Astrid dan peduli padanya. Oleh karena itu, dirinya pula lah yang pantas menikahi Astrid. Perjuangan Sabar pun dimulai ketika ia menyusun sebuah rencana. Hal tersebut tentu tidak mudah, ia berulang kali mengalami kegagalan. Untungnya, Sabar selalu terbangun di hari yang sama sehingga ia dapat belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut dan mengulang kembali rencananya.

Hingga tibalah saat di mana Sabar benar-benar mampu menggagalkan pernikahan Astrid. Ia begitu bahagia karena selain rencananya sukses, ia juga berhasil memikat Astrid kembali. Sabar begitu yakin bahwa ini akan menjadi jalan keluar dari semua kejadian yang dialami dan sekaligus sebuah akhir yang manis karena sang pujaan hati kembali ke pelukannya. Sayangnya, keesokan harinya Sabar masih terbangun di hari pernikahan Astrid. Frustasi Sabar pun memuncak dan ia semakin muak dengan semua yang dialami. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi ia masih terbangun di hari yang sama. Sabar pun memutuskan untuk menggunakan waktunya yang “tiada habis” guna melakukan banyak hal gila, seperti 18 kali bunuh diri. Namun, ia tetap saja terbangun di hari yang sama yakni hari pernikahan sang mantan. Sampai akhirnya Sabar memutuskan untuk mengunjungi ibu dan ayahnya. Tidak disangka, pertemuan itulah yang kemudian mengantar Sabar menuju pintu keluar dari permasalahan yang ia hadapi.

Melalui film ini, Anggy Umbara ingin menyampaikan kepada para penonton arti yang sesungguhnya dari bersyukur, melepaskan dan mengikhlaskan. Bahwa bukan hanya mengikhlaskan terhadap sesuatu sudah dimiliki, tetapi juga sesuatu yang belum dimiliki. Sabar Ini Ujian mengajarkan dengan baik pentingnya untuk menahan egoisme dan sifat keakuan.

Bar, engga semua selalu tentang kamu, lho. Dunia ini engga berputar cuma buat kamu.” Tukas ibu kepada Sabar di penghujung film.

Sangat disayangkan film ini tidak ditayangkan di bioskop. Namun apabila tertarik untuk mengikuti kisah perjalanan Sabar, kalian dapat menonton film ini melalui layanan streaming Disney Plus.

 

Penulis: Sahid Yudhakusuma Kalpikajati
Editor: M Wildan Fathurrohman

Sahid Yudhakusuma Kalpikajati
Mahasiswa Ilmu Hukum 2019
emailnyasahid@gmail.com