lpmkentingan.com—Para penjaja makanan berbaris rapi di depan pintu gerbang utama Balaikota Surakarta. Berdasar penuturan salah seorang penjaja makanan hik atau angkringan, hari Selasa (18/08) sebab ada acara, para penjual diperbolehkan memamerkan makanannya di trotoar depan Balaikota. Sedang kawasan Balaikota sendiri masih riuh oleh para peserta Pawai Pembangunan yang baru usai begitu magrib tiba.

Salah satu wujud penghargaan Pemerintah Kota (Pemkot) khususnya bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) terhadap hari kemerdekaan Indonesia ialah diselenggarakannya Apresiasi Musik Kebangsaan. Tema yang diusung tahun ini adalah Harmonisasi Cinta. Bertempat di balaikota, panggung megah berukuran besar dengan gemerlap lighting yang menyilaukan memukau masyarakat yang hadir sebagai penonton. Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan pembacaan doa oleh para pemuka agama. Dalam doa tersebut disematkan harapan-harapan terhadap musik. Bagaimana musik diharapkan mampu merespon permasalahan masyarakat. Bahwa musik juga mampu menjadi media untuk mengekspresikan solidaritas. Mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa. Untuk selanjutnya bisa menjadi kebanggaan dan identitas bangsa Indonesia di mata dunia.

Kekecewaan akibat terlambatnya acara dimulai, terbayar lunas oleh kemasan acara yang begitu elegan tapi tetap dekat dengan masyarakat. Terlihat dari antusiasme para penonton yang begitu riuh memberikan tepukan tangan setiap kali penampil satu turun dari panggung dan digantikan penampil berikutnya.

Hadir sebagai pengisi acara, antara lain SMA Pangudi Luhur 1 Yosef Surakarta dengan berbagai penampilan mulai dari paduan suara, pembacaan puisi, kelompok teater, juga kelompok tari. Peserta lain yaitu kelompok paduan suara dari Sekolah Dasar (SD) Al-Azhar Syifa Surakarta yang terdiri dari siswa-siswa kelas dua.

“Ini tahun ketiga SMA Pangudi Luhur mengisi acara. Kan ini acara rutin tiap 18 Agustus, mbak. Mereka (menunjuk kelompok tari Soyong) itu latihannya dua minggu,” ujar kepala sekolah SMA Pangudi Luhur Santo (St.) Yosef Surakarta, Yohanes Sudaryono saat ditemui di sela-sela acara.

Serbu!

Merdeka

Atau mati

Kau relakan yang terkasih menahan terpaan belati

Demi bumi pertiwi

Untuk kemerdekaan Indonesia yang abadi (kutipan puisi berjudul “Dibalik Seruan Pahlawan” yang dibacakan apik oleh salah seorang siswi SMA Pangudi Luhur 1 Yosef, Okta)

Acara ditutup dengan lagu Kebyar-Kebyar yang dinyanyikan oleh para penyanyi dari Harmoni Orkestra bersama Rosa Indonesian Idol. (Ifa, Arini)