Surakarta, lpmkentingan.com (9/12) – Setelah Teater Sopo (FISIP), Teater Gadhang (FEB), dan Teater Delik (FH), kini giliran Kelompok Peron Surakarta (FKIP) menggelar pementasannya. “Pentas Laborat” yang digelar dua hari, mulai Selasa (9/12) hingga Rabu (10/12) tersebut merupakan pementasan perdana bagi anggota baru Kelompok Peron.

Membawakan pementasan teater berjudul “Kampung Kardus”, Kelompok Peron berusaha mengisahkan sebuah realitas kehidupan masyarakat di perkampungan kumuh. Mulai dari kehidupan mereka yang tergolong miskin, mayoritas warganya yang buta huruf, hingga penggusuran yang melanda para warganya. Berbagai kritik sosial pun tak luput dari kisah yang mereka bawakan.

Seluruh pemain, baik pemain musik maupun pemain teater merupakan anggota baru Kelompok Peron. Menanggapi hal tersebut, ketua panitia, Putri Safitri mengaku cukup puas dengan penampilan para keluarga baru Kelompok Peron.

“Cukup berkilau untuk bintang yang baru bersinar”, ujar Putri.

Dihadiri oleh kalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta serta para alumni Kelompok Peron, pementasan yang digelar di Gedung F FKIP tersebut menghabiskan dana sebesar 2,6 juta. Dana tersebut didapat dari kas organisasi serta dukungan pihak sponsor.

“Untuk dana, kami ada dari kas sendiri dan dari pihak sponsor. Kebetulan tahun ini kami nggak mengajukan ke pihak kampus”, tambah Putri.

Meski sempat sepi penonton di awal acara, hal tersebut tidak menghalangi para pemain untuk unjuk kebolehan. Gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari penonton justru mewarnai pementasan tersebut. “Pentas Laborat” akan kembali digelar pada Rabu (10/12) dengan membawakan pentas monolog serta teater berjudul “Pengantin”. (Ilham, Satya)