Saluransebelas – AIESEC Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengadakan Forum Muda Surakarta (FMS) di Gudang Sekarpace, Surakarta pada Senin (22/4/2019). Forum tersebut mengangkat SDGs (Sustainable Development Goals) atau yang lebih dikenal dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai tema besar malam itu. Tujuannya sendiri adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya SDGs dan masalah-masalah di Surakarta, baik sosial maupun lingkungan.

 

“SDGs memiliki peran yang sangat penting untuk mengintemplasikan solusi dalam masalah-masalah global, maupun yang sekarang terjadi di Surakarta.” jelas Aurelia, selaku Ketua FMS.

 

SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah sebuah program pembangunan berkelanjutan yang didalamnya memiliki 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dengan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB. Program ini merupakan agenda pembangunan berkelanjutan yang baru dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata. Agenda Pembangunan Berkelanjutan lahir pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB pada 2015 di markas PBB di New York dengan menetapkan rangkaian target yang bisa diaplikasikan secara universal serta dapat diukur dalam menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Agenda tersebut akan menjadi tuntunan kebijakan dan pendanaan untuk 15 tahun ke depan.

 

Sumilir Wijayanti dari Bappeda menjelaskan bahwa para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan SDGs. Sadar akan ruang, SDM dan dana yang terbatas, pemerintah mengharapkan sebuah kolaborasi dari para pemuda untuk merealisasikan program SDGs. “Sebelumnya, MDGs atau Tujuan Pembangunan Milenium juga menjadi tujuan yang diamanatkan kepada kami. Ada sekitar 67 indikator yang kami coba publikasikan dari tahun 2000-2015, bukan hanya pada jajaran pemerintah daerah, tetapi juga mitra-mitra lain. Sedangkan untuk SDGs, mulai dari lahirnya Perpres Nomor 59 Tahun 2017, pemerintahan memberi tanggung jawab kepada kami untuk kembali mengomunikasikan program tersebut, salah satunya target utamanya adalah organisasi kepemudaan di Solo,” tambahnya kemudian.

 

Pengangkatan tema SDGs sendiri merupakan bentuk dukungan dan bantuan AIESEC UNS terhadap agenda PBB melalui beberapa aksi dan pemikiran generasi muda. Melalui forum diskusi tersebut AIESEC telah mengimplementasikan salah satu tujuan SDGs nomor empat, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Surakarta secara informal. Dengan menghadirkan beberapa pembicara yaitu Sumilir Wijayanti (Kepala Bidang Sosial Budaya Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Surakarta, Puger Mulyono (pendiri Yayasan Lentera Surakarta), dan Ratih Rachmatika (pemenang kompetisi Startup TOP Generation Challenge), forum tersebut tidak hanya membahas mengenai program SDGs, tetapi juga masalah-masalah di Surakarta seperti krisis air bersih dan pengasingan anak-anak penderita HIV/AIDS.

 

Forum Muda Surakarta juga mengundang beberapa komunitas di Surakarta dalam diskusinya, seperti komunitas Solo Mengajar, Kresek Solo, Sahabat Kapas, Solo Bersimfoni, dll. Hal tersebut guna mengedukasi dan menyebarkan informasi SDGs terutama untuk  komunitas pemuda di Surakarta. AIESEC sendiri, selain dengan FMS, juga mendukung SDGs melalui program kerjanya yang lain seperti EduVaganza, Green Revolution Project, dan juga Entrevolution Project. “Harapannya agar makin banyak orang yang sadar akan masalah-masalah krusial di Surakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia,” kata Ketua FMS ketika diwawancarai.[]

 

Reporter: Hesty Safitri, Lulu Febriana
Penulis: Hesty Safitri