Surakarta, lpmkentingan.com – Peristiwa unik terjadi dalam Debat Capres-Cawapres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) 2015 yang digelar KPU, Jumat (12/12). Para calon orang nomor satu dan dua di BEM UNS itu tampak gelagapan ketika diminta menyanyikan Mars UNS.

Eka Hari Wibowo, salah satu panelis yang berlatarbelakang jurnalis, memberikan ‘kejutan’ kepada capres-cawapres dengan melontarkan beberapa pernyataan dan pertanyaan kritis. Ketika wartawan Metro TV tersebut mendapat jatah memberikan pertanyaan, dirinya memberikan kritik tajam kepada capres-cawapres yang datang terlambat serta banyak berdalih ketika dikritik.

“Kalian itu udah kayak priyayi saja. Datang maunya belakangan, banyak alasan ketika melakukan kesalahan,” tutur Eka dengan nada kritis.

Lalu capres-cawapres diminta menyanyikan Mars UNS. Pasangan nomor urut dua, Eko Pujianto dan Nurdin Hidayatullah yang mendapat giliran pertama tampak gelagapan. Eko Pujianto lalu meminta para penonton yang hafal untuk ikut bernyanyi.

“Coba penonton yang hafal bisa ikut nyanyi bareng,” kata Eko.

Eka lantas meminta mereka langsung menyanyi saja tanpa dibantu siapapun.

Udah, udah langsung nyanyi aja,” pinta Eka.

Setelah kebingungan cukup lama, Eko-Nurdin pun tidak dapat menyanyikan mars almamater mereka. Mereka hanya hafal kalimat pertama Mars UNS, “Terima kasihku… UNSku…”. Demikian pula dengan pasangan nomor urut satu, Zulfi Firdaus Zulfikar dan Abdurrahman Fidaulhaq Al Hazmy. Keduanya hanya bisa melantunkan kalimat pertama dari Mars UNS tersebut.

Seakan tidak puas membuat para calon pemimpin mahasiswa tersebut kebingungan, Eka kembali mengajukan pertanyaan untuk kedua pasangan.

“Pertanyaannya sederhana saja, kalian tahu tidak, siapa KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo-red) Mataram itu?” Tanya Eka.

Wajah kebingungan kembali nampak dari masing-masing calon. Pada akhirnya mereka mengakui bahwa mereka tidak tahu siapa itu KGPH Mataram.

“Kalau saya jadi mahasiswa UNS, saya tidak akan memilih. KGPH Mataram itu rektor pertama UNS,” tegas Eka. (Muhammad Satya).