lpmkentingan.com-Mahasiswa D3 Desain Komunikasi  Visual (DKV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara DKV MOVE #5 di Student Center UNS pada Kamis-Jumat (14-15/5). Acara ini diselenggarakan sebagai media promosi program studi D3 DKV UNS.

Dengan mengusung tema “Dolanan Kreatif”, DKV MOVE #5 mempersembahkan karya yang mayoritas berbau dolanan atau mainan dua dimensi maupun tiga dimensi lewat pameran lepas. Karya yang dipamerkan bukan hanya hasil olah tangan mahasiswa D3 DKV UNS. Mahasiswa DKV, seni rupa, dan pendidikan seni rupa universitas lain juga turut serta memenuhi sket-sket pameran baik dari Solo maupun luar kota seperti Bandung, Malang, dan Jakarta.

Selain itu juga diadakan lomba mewarnai murid Taman Kanak-kanak (TK) pada hari pertama, Kamis (14/5). Dari 20-an peserta yang mengikuti lomba tersebut, akan diambil dua juara untuk golongan TK A dan dua juara untuk golongan TK B. Empat karya sebagai pemenang tersebut nantinya diikutsertakan dalam pameran lepas di hari kedua.

DKV MOVE #5 juga akan menghadirkan creativesharing dan Pandji Vasco da Gama pada hari kedua, Jumat (15/5). Creativesharing dari Zic Label tersebut direncanakan akan membahas peluang bisnis usaha clothing. Sedangkan Pandji Vasco da Gama akan mengulas tema “Fotografi sebagai Puisi Visual”.

Sebagai acara penutup, panitia DKV MOVE #5 berencana menghadirkan DJ Bayu dan OWAH band sebagai bintang tamu. Tidak seperti serangkaian acara yang lain, untuk menikmati penampilan dua bintang tamu ini harus merogoh kocek sebesar Rp15.000,00.

Berdasarkan pemaparan ketua panitia Ritza Azlan, DKV MOVE #5 ini memiliki target utama calon mahasiswa DKV UNS dan para orang tua. Karena menurutnya, selama ini masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa kuliah di program studi DKV belum ada prospek yang menjanjikan dan terbilang ‘rumit’.

Seperti yang dikatakan Ritza, “acara ini bertujuan sebagai pengenalan sedini mungkin bahwa kuliah DKV juga ada prospek kerjanya.” Selain itu, DKV MOVE #5 juga digunakan sebagai ajang nostalgia permainan jaman dulu lewat karya yang dipamerkan. (Rofi’ah)