Solo, lpmkentingan.com-Musibah jatuhnya pesawat di utara pulau Jawa, Minggu (28/12) menjadikan malam tahun baru 2015 ini sedikit berbeda. Perayaan kembang api di sejumlah kota di Indonesia ditiadakan untuk menghormati keluarga korban jatuhnya pesawat AirAsia tersebut.

Namun di Kota Solo, deru kembang api masih terdengar. Warga kota Solo merayakan malam tahun baru di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Rabu (31/12) malam. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum seperti ini disebut Car Free Night (CFN).
Sekitar pukul 22.30 WIB, warga Solo dikejutkan saat listrik di area CFN tiba-tiba mati, akibat kerusakan jaringan pembagi daya di Pedan, Klaten. Namun pesta tetap berlangsung hingga tutup tahun.

Hingga pukul 23.47, di depan Hotel The Royal Surakarta Heritage, dekat Gladak, suara kembang api terdengar berbeda karena dibarengi oleh sebuah teriakan. Ternyata luncuran kembang api mengenai seorang laki-laki pemulung yang tidak diketahui namanya. Ujar beberapa saksi di lokasi, usai melakukan kesalahan saat menyulut kembang api, si pelaku langsung hilang di antara kerumunan yang memang ramai dan sangat gelap.

“Saya nggak lihat siapa pelakunya karena memang gelap banget, ramai juga. Pelaku langsung hilang di tengah kerumunan,” ungkap Falakh (19), pengunjung CFN.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka-luka. Sesaat setelahnya, 23.50 WIB listrik kembali menyala. Kejadian ini mungkin memang menjadi peringatan bagi warga kota Solo untuk tidak berhura-hura di masa berkabung ini mengingat musibah kebakaran Pasar Klewer, dan jatuhnya pesawat Air Asia menutup tahun 2014 dengan duka. (Ayas)