lpmkentingan.com – Dalam rangkaian kunjungannya di kota Surakarta, Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake, menawarkan kerjasama pendidikan yang lebih antara Indonesia dan Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (17/3).

Dengan program community college, mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, berkesempatan untuk menempuh pendidikan selama 2 tahun di AS. Tidak hanya itu, usai 2 tahun menempuh pendidikan, mahasiswa masih dapat melakukan transfer ke perguruan tinggi ternama. Blake mengutarakan bahwa pendidikan di AS menawarkan kualitas yang baik, serta basis riset terbaik di dunia. Harapan juga disampaikan Blake terhadap mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke AS.

We believe in your integrity, we believe in your intelligence,” ujar Blake.

Dalam kuliah umum selama kurang lebih satu jam tersebut, Blake memaparkan berbagai kerjasama antara pemerintah Indonesia dan AS. Dalam bidang energi dan lingkungan misalnya, ia sangat tertarik dengan minyak sawit produksi Indonesia. Investasi sebesar 500 juta dollar amerika pun telah direalisasikan untuk mengurangi emisi di Indonesia. Mobil listrik nasional (Molina) UNS tidak lepas dari perhatian Blake. Ia mengaku tertarik dengan program mobil irit tersebut.

Sementara dalam bidang pertahanan, isu Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) menjadi perbincangan hangat.

We are not negotiate with terrorist,” tegas Blake.

Kesamaan misi untuk memerangi terorisme, didukung penuh oleh pemerintah AS. Blake pun mengaku kagum dengan transisi pemerintahan yang sangat baik di Indonesia.

Dalam kunjungannya yang kedua kali di Surakarta, Blake juga mengunjungi stadion Sriwedari, dimana program pelatihan sepakbola digelar. Bersama mantan pemain timnas AS, Tiffany Sahaydak, Tim Sahaydak, dan Eddy Lewis, sekitar 100 murid sekolah memeriahkan kegiatan tersebut. (Satya)