Elga, mahasiswi Sosiologi FISIP UNS sedang mementaskan repertoar monolog "Kini" di aula FISIP UNS (25/3). (dok. Teater Sopo)

Elga, mahasiswi Sosiologi FISIP UNS sedang mementaskan repertoar monolog “Kini” di aula FISIP UNS (25/3). (dok. Teater Sopo)

Sukses di hari pertama (24/3), gelaran pentas Bikin-Bikin XX Teater Sopo yang bertajuk “Sinergi dalam Karya” berlanjut di hari kedua (25/3). Kali ini repertoar yang dipentaskan berjudul “Kini” dan “Kidang Alit”. Berbeda dengan hari pertama, pada pementasan kedua ini penonton sudah disuguhi aura pentas yang eksotis dengan serangkaian senthir yang dipasang berjajar sepanjang jalan menuju Aula.

Tepat pukul 20.00 WIB, lakon Kini dimulai. Kini bercerita mengenai seseorang yang menjadi korban pergantian era Orde Baru dan Reformasi. Naskah yang ditulis dan disutradari oleh Reza Darmawan ini diperankan secara monolog oleh Elga Jatu Nataya, mahasiswi Sosiologi angkatan 2013.

Pukul 21.30 WIB, pentas kedua, Kidung Alit, menggantikan peran Elga. Naskah yang digarap oleh Reni Reinbow dan Alif P. Wirawan ini berkisah mengenai kehidupan di sebuah kampung kumuh di samping pembuangan sampah akhir yang terancam digusur untuk dijadikan apartemen elit.

Proses penggarapan yang menghabiskan waktu kurang lebih tiga bulan sejak bulan Januari ini, seakan terbayar dengan besarnya animo penonton yang malam itu hadir untuk menikmati pentas tahunan yang dikhususkan untuk anggota baru. Menurut para anggota Teater Sopo, pementasan ini juga menjadi ajang Welcoming Party bagi keluarga baru.

“Satu kata untuk Teater Sopo, keluarga,” ucap Ahong, nama sapaan akrab Alif, saat ditanya mengenai kesan garapan Bikin-bikin XX. (Any)